Mendoakan Kedua Orang Tua Menjadi Sebab Pengampunan - Lirboyo net

Dalam Islam, hubungan antara anak dan orang tua memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Berbakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain tidak semata-mata hanya bentuk penghormatan, pelayanan, dan ketaatan. Islam juga mengajarkan agar seorang anak senantiasa memohonkan ampunan bagi kedua orang tuanya melalui doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah. Bahkan, doa seorang anak kepada orang tuanya juga termasuk sebab turunnya rahmat dan pengampunan dari Allah SWT. Baik bagi orang tua maupun bagi sang anak itu sendiri.
Perintah Langsung dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤
Artinya :“Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”(QS. Al-Isra’: 24)
Ayat ini menunjukkan bahwa doa dan memohon pengampunan untuk kedua orang tua adalah perintah langsung dari Allah.
Baca Juga: Sya’ban dan Filosofi Doa “Ballighnâ Ramadhân”
Doa Anak Saleh Termasuk Amal yang Terus Mengalir
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya :“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan-nya.”[¹ Abu al-Ḥusain Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qusyairī an-Naisābūrī, al-Jāmi‘ aṣ-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim). juz. 5 hal. 73]
Hadis ini menunjukkan bahwa doa anak merupakan sebab berlanjutnya pahala bagi orang tua, meskipun mereka telah berada di alam kubur.
Baca Juga: Kedahsyatan Doa sebagai Pengubah Qadar
Doa kepada Orang Tua Menjadi Sebab pengangkatan derajat Orang tua
Selain menjadikan pengampunan orang tua, mendoakan ampunan juga menjadi alasan derajat orang tua terangkat di sisi Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lalu ia berkata: ‘Wahai Rabbku, dari mana aku mendapatkan ini?’ Allah menjawab: ‘Dari istighfar (permohonan ampun) anakmu untukmu.’”[² Aḥmad bin Ḥanbal, Musnad al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal. juz. 16 hal. 256]
Meminta ampunan tak hanya menghapus dosa-dosa orang tua, namun juga menjadi alasan orang tua terangkat derajatnya. Dan Allah tak hanya mengangkat derajat orang tuanya, tapi juga mengangkat derajat sang Anak itu sendiri.
Rasulullah ﷺ Bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Artinya :“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan; setiap kali ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, malaikat yang ditugaskan itu berkata: ‘Amin, dan bagimu kebaikan yang sama.’”[³ Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qusyairī an-Naisābūrī, al-Jāmi‘ aṣ-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim). juz. 8 hal. 86]
Baca Juga: Doa yang Tidak Pernah Gagal: Memohon Ketenangan di Tengah Hidup yang Terus Berguncang
Doa sebagai Bentuk Birrul Walidain Setelah Wafat
Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: نَعَمِ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
Artinya :“Dari Abu Usaid Malik bin Rabi‘ah as-Sa‘idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salimah. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk bakti kepada kedua orang tuaku yang dapat aku lakukan setelah keduanya wafat?’. Beliau menjawab, ‘Ada, yaitu mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya setelah wafatnya, menyambung tali silaturahmi yang tidak akan tersambung kecuali melalui keduanya, serta memuliakan sahabat-sahabat keduanya.’”[⁴ Abū Dāwūd, Sunan Abī Dāwūd ma‘a Syarḥih ‘Aun al-Ma‘būd. juz. 4 hal. 500]
Hadis ini menegaskan bahwa kewajiban berbakti kepada kedua orang tua tidak terbatas selama mereka masih hidup, tetapi tetap berlanjut bahkan setelah wafatnya. Dan salah satu bentuk dari bakti tersebut adalah senantiasa mendoakan kebaikan dan ampunan bagi keduanya.
Baca Juga: Doa Sebagai Kompas Hidup: Mengarahkan Langkah di Waktu yang Penuh Ujian
Doa-Doa yang bisa kita panjatkan untuk kedua orang tua kita
Beberapa doa yang dianjurkan:
1. Doa dari Al-Qur’an
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya :“Wahai Rabbku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.”
2. Doa Singkat
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيَّ وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمَا فِي الْجَنَّةِ
Artinya :“Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan angkatlah derajat mereka di surga.”
Baca Juga: Meraih Keberkahan Waktu dengan Doa dan Dzikir
Penutup
Mendoakan kedua orang tua bukan sekadar tradisi maupun formalitas, melainkan ibadah besar yang berdampak luas. Ia menjadi sebab pengampunan dosa, pengangkat derajat, serta bukti nyata birrul walidain. Seorang anak yang terus mendoakan orang tuanya sejatinya sedang menabung cahaya bagi dirinya sendiri di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai anak-anak yang saleh, yang senantiasa mengiringi hidup dengan doa untuk kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo