RMI PBNU Resmi Luncurkan Gerakan Pesantren Cakap AI - NU Online
Surabaya, NU Online Jatim
Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) resmi meluncurkan Gerakan Pesantren Cakap Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Arief, menyampaikan bahwa program ini menargetkan 40.000 peserta yang terdiri atas pelajar, pengajar, serta pengurus NU di berbagai tingkatan.
Menurutnya, gerakan tersebut dirancang untuk membekali santri dan guru pesantren dengan materi dasar pengenalan kecerdasan buatan, sehingga mampu memanfaatkan teknologi digital dan internet guna mendukung serta memajukan pendidikan pesantren.
“Pelatihan ini mencakup pengenalan AI, peningkatan kompetensi pedagogi dalam pembelajaran, serta bagi peserta terdaftar akan mendapatkan lisensi Microsoft 365 secara gratis yang sangat mendukung kegiatan belajar,” kata Kiai Hodri dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara berpikir, belajar, dan berinteraksi di masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan pesantren.
“Kemajuan teknologi ini tidak hanya masuk ke ruang publik, tetapi juga ke ruang-ruang pembelajaran. Sikap waspada tidak cukup jika hanya berhenti pada kewaspadaan,” ujarnya.
Kiai Hodri menekankan pentingnya langkah serius dalam menyikapi perkembangan teknologi dengan tetap berpegang pada tradisi pesantren.
“Perlu langkah nyata al-akhdu bi al-jadid al-ashlah tanpa harus kehilangan akar tradisi kita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah menghadapi dunia yang terus berubah dengan percepatan yang semakin tinggi.
“Masa depan terasa datang semakin cepat dan menekan kita semua untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Elevate Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno, menjelaskan bahwa tujuan utama program Gerakan Pesantren Cakap AI adalah meningkatkan produktivitas serta mendorong terciptanya nilai ekonomi baru bagi Indonesia.
“Kami ingin memastikan setiap orang siap menghadapi era kerja yang semakin kolaboratif antara manusia dan AI,” ujarnya.
Arief menambahkan, pada tahun sebelumnya Microsoft telah menjalin kerja sama pelatihan literasi kecerdasan buatan yang berhasil menjangkau lebih dari 1,2 juta orang di Indonesia.
“Ini adalah pencapaian yang membanggakan dan bukti bahwa bersama-sama kita dapat menciptakan dampak besar bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.