Awal Ramadhan, Ribuan Polisi Israel Perketat Akses Masuk ke Al-Aqsa - Republika
Awal Ramadhan, Ribuan Polisi Israel Perketat Akses Masuk ke Al-Aqsa
REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Pasukan pendudukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki pada hari pertama Ramadhan 1447 H. Selain membatasi akses ke Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel juga memperluas pengerahan militer dan menghancurkan sebuah kompleks perumahan warga Palestina di Hebron (Al-Khalil).
Otoritas penyiaran Israel melaporkan, langkah-langkah keamanan tersebut mencakup intensifikasi kehadiran militer di seluruh Yerusalem dan penguatan unit-unit khusus di Tepi Barat. Ribuan polisi dan penjaga perbatasan disiagakan di sekitar gerbang Kota Tua dan kompleks Masjid Al-Aqsa, seperti dilansir dari Palestine Chronicle.
Media Israel menyebutkan, otoritas penjajah berencana memberlakukan kuota jumlah jamaah dan pembatasan usia bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang ingin beribadah di Al-Aqsa, terutama pada waktu sholat Jumat.
Laporan Al-Jazeera mengungkapkan, langkah ini disertai dengan aksi penangkapan terhadap warga yang dituduh melakukan penghasutan, pemantauan sistematis terhadap media sosial, serta pengoperasian ruang pengawasan untuk melacak pergerakan warga. Sejumlah ruas jalan di dekat tembok pemisah di utara Yerusalem juga ditutup untuk mencegah warga masuk tanpa izin resmi.

Halaman 2 / 2
Kecaman Otoritas Palestina
Otoritas politik dan keagamaan Palestina mengecam keras kebijakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kebebasan beragama. Dalam pertemuan di Departemen Urusan Yerusalem PLO, para pejabat menyebut tindakan Israel sebagai intervensi terang-terangan terhadap hak ibadah yang dijamin oleh hukum internasional dan piagam kemanusiaan.
"Masjid Al-Aqsa adalah hak eksklusif umat Islam semata. Israel tidak memiliki legitimasi hukum untuk mengatur akses ke sana,"tegas pernyataan resmi tersebut.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan, pasukan Israel juga menghalangi Departemen Wakaf Islam dalam mempersiapkan masjid untuk menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, lebih dari 250 perintah deportasi dikeluarkan terhadap para jamaah guna memaksakan realitas sepihak yang bertentangan dengan status quo sejarah dan hukum.
Penghancuran rumah di Hebron
Pada hari yang sama, militer Israel menghancurkan sebuah kompleks perumahan di area Al-Harayeq, selatan Hebron, dekat permukiman ilegal Hagai. Mengutip kantor berita WAFA, buldoser Israel meratakan dua gedung milik keluarga Salhab setelah memaksa penghuninya keluar.
Kompleks tersebut terdiri dari satu gedung tiga lantai dengan enam apartemen dan gedung dua lantai dengan empat apartemen. Akibat penghancuran ini, lebih dari 40 warga Palestina kini kehilangan tempat tinggal.
Mohammed Salhab, salah satu pemilik rumah, mengungkapkan bahwa penghancuran tetap dilakukan meskipun pihak keluarga memiliki dokumen resmi kepemilikan tanah dari pendaftaran tanah (land registry) dan sedang dalam proses pengajuan banding di pengadilan Israel terhadap perintah pembongkaran tersebut.