Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun - NU Online
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti umat Islam di bulan Ramadhan ini. Ulama besar asal Suriah Syekh Muhammad Hasan Hitou dikabarkan wafat pada Selasa (24/2/2026) dalam usia 83 tahun.
"Wafat pada hari Selasa ini, ulama Suriah Muhammad Hasan Hitto, seorang dai dan ahli fikih mazhab Syafi’i yang menekuni ilmu ushul fiqih di Suriah, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya," demikian dilansir dari Noon Post Suriah pada Rabu (25/2/2026) pagi.
Almarhum lahir di Damaskus, Suriah pada tahun 1943 M atau bertepatan dengan tahun 1362 H.
Syekh Hasan Hitou menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir pada Fakultas Syariah. Dari kelas penyetaraan mengingat studi menengahnya diperoleh dari jurusan sains, Almarhum berhasil meraih doktor dalam bidang ushul fiqih.
Dilansir dari Naseem Al-Sham, almarhum sempat ditentang orang tuanya untuk studi dalam bidang syariah. Pasalnya, orang tuanya khawatir putranya itu akan hidup dari 'sedekah'.
"Kalaupun ada sisa Waktu sehari untukku, akan saya habiskan di Al-Azhar," demikian tekad bulat Syekh Hitou.
Karena ayahnya keukeuh, ia menahan diri ke Mesir dan melanjutkan studi di Universitas Damaskus pada Fakultas Syariah. Pilihan studinya itu juga tak dikehendaki ayahnya. Lalu, ia mendaftar lagi pada studi Geologi.
Lalu, ia akhirnya berangkat ke Mesir dengan dalih ingin ke Jerman. Karena kuatnya keinginan tersebut, pada akhirnya, keluarganya pun mendukungnya hingga meraih gelar doktor dari Al-Azhar.
Ia memiliki puluhan karya, baik berupa tahqiq (edisi kritis) maupun penulisan buku.
Dilansir dari Darul Fuqaha, di antara karya-karya Almarhum adalah Al-Wajiz fi Ushul al-Tasyri‘ al-Islami; Al-Ijtihad wa Tabaqat Mujtahidi al-Syafi‘iyyah; dan Al-‘Aql wa al-Ghaib.
Sementara magnum opusnya adalah Mausu‘ah al-Fiqh al-Syafi‘i wa al-Muqaran (Ensiklopedia Fiqih Syafi’i dan Perbandingan). Sesuai rencana, karya ini ditargetkan mencapai 140–160 jilid, dan hingga saat ini telah terselesaikan sekitar 60 jilid besar.
Disebutkan, ia juga menjadi sosok ulama yang mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Imam Syafii di Indonesia dan Lembaga Studi Islam Internasional di Jerman.