0
News
    Home Berita Featured IPNU IPPNU Spesial

    Kader IPNU-IPPNU Didorong untuk Melek Digital dan Jadi Produsen Konten Islam Ramah - NU Online

    4 min read

     

    Kader IPNU-IPPNU Didorong untuk Melek Digital dan Jadi Produsen Konten Islam Ramah

    Pidie Jaya, NU Online

    Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Pidie Jaya didorong untuk melek digital dan menjadi produsen konten Islam yang ramah, toleran, dan santun.


    Pesan tersebut disampaikan Tgk Zahari saat menjadi pemateri utama dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU Pidie Jaya yang digelar pada Sabtu (14/2/2026).


    Dalam sesi materi Ke-NU-an, Tgk Zahari yang merupakan Sekretaris PCNU Pidie Jaya periode sebelumnya itu menekankan pentingnya penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan pelajar.


    Ia juga menyoroti peran strategis NU di era digital serta pentingnya membangun kesadaran generasi muda Nahdliyin terhadap organisasi.


    Menurutnya, memahami ke-NU-an tidak cukup hanya sebatas amaliyah seperti tahlilan, yasinan, maulid, atau ziarah kubur. Kader pelajar juga perlu memahami struktur organisasi, manhaj fikrah (cara berpikir), harakah (gerakan), dan amaliyah yang menjadi fondasi NU sejak berdiri.


    “NU berdiri untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, merawat tradisi, dan membangun peradaban. Di era digital ini, tantangannya bukan hanya soal ibadah, tapi juga perang narasi di media sosial,” ujar Tgk Zahari.


    Ia menjelaskan bahwa generasi Nahdliyin hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Tanpa pemahaman ke-NU-an yang kuat, pelajar berpotensi mudah terpengaruh paham-paham keagamaan yang tekstual, radikal, atau bahkan intoleran yang menyebar melalui berbagai platform digital.


    Karena itu, menurutnya, IPNU dan IPPNU memiliki peran strategis sebagai benteng ideologis pelajar NU. Organisasi ini bukan sekadar ruang aktivitas, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan literasi digital berbasis nilai Aswaja.


    “Anak-anak IPNU-IPPNU harus melek digital. Jangan hanya jadi pengguna media sosial, tapi jadilah produsen konten yang menebarkan Islam ramah, toleran, dan santun,” tegasnya.


    Ia juga mendorong kader pelajar untuk aktif mengisi ruang digital dengan narasi moderasi beragama, dakwah yang menyejukkan, serta edukasi keislaman yang berbasis turats dan tradisi ulama.


    Menurutnya, penguatan ke-NU-an di era digital harus dilakukan melalui dua jalur: penguatan ideologi secara internal dan ekspansi dakwah digital secara eksternal.


    “Kalau kita tidak mengisi ruang digital, maka ruang itu akan diisi oleh orang lain. Maka kader Nahdliyin harus hadir dengan gagasan, bukan hanya komentar,” katanya.


    Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara struktur NU dan badan otonom pelajar dalam proses kaderisasi. Ia mengingatkan bahwa banyak warga Nahdliyin secara amaliyah merupakan bagian dari NU, namun belum sepenuhnya memahami organisasi dan proses kaderisasinya.


    “IPNU dan IPPNU adalah jantung kaderisasi pelajar. Di sinilah lahir calon-calon pemimpin NU masa depan. Maka penguatan ke-NU-an harus dimulai sejak pelajar,” tambahnya.


    Ketua Pelaksana Makesta IPNU-IPPNU Pidie Jaya Zuy Zaifal Bariq menyampaikan bahwa materi tentang ke-NU-an itu menjadi bekal penting bagi anggota baru dalam memahami NU secara lebih komprehensif.


    Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Makesta IPNU-IPPNU Pidie Jaya Nadia Maulida, menegaskan bahwa semangat jargon Belajar, Berjuang, Bertaqwa harus diterjemahkan dalam aksi nyata, termasuk dalam pemanfaatan ruang digital secara positif.


    Ia berharap, melalui Makesta ini, tidak hanya lahir anggota baru secara administratif, tetapi juga kader pelajar Nahdliyin yang memiliki identitas ideologis yang kuat.


    "(Dan) literasi digital yang baik, serta komitmen menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman," harapnya.


    Komentar
    Additional JS