Khutbah: Tiga Tingkatan Puasa, Sudah di Level Mana Ibadah Kita?, - Lirboyo net
Khutbah: Tiga Tingkatan Puasa, Sudah di Level Mana Ibadah Kita?

Ramadan telah menghadirkan puasa dalam hidup kita. Namun, sudahkah kita memahami bahwa puasa memiliki tiga tingkatan? Sudah sejauh mana kualitas ibadah yang kita capai?
Baca juga: Isi Salah Satu Khutbah Nabi Muhammad Perihal Ramadan
Pembukaan khutbah
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَضَ الصِّيَامَ لِنَرْتَقِيَ فِي دَرَجَاتِ التَّقْوَى، وَجَعَلَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِتَزْكِيَةِ النُّفُوسِ وَتَطْهِيرِ الْقُلُوبِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِي صَاحِبَهَا يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَوَاتُ رَبِّنَا وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Baca juga: Khutbah: Memahami Cara Bercanda Nabi Muhammad
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kita telah memasuki bulan Ramadan, bulan penuh berkah, ampunan, dan limpahan rahmat. Bulan yang menjadi ladang penyucian jiwa dan peningkatan ketakwaan.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Baca juga: Khutbah Jumat: Ketaatan kepada Orang Tua
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara keistimewaan puasa adalah bahwa ia menjadi ibadah yang sangat rahasia—tidak tampak bagi makhluk, hanya diketahui oleh Allah semata. Karena itu Nabi ﷺ menyebut puasa sebagai bagian besar dari kesabaran.
Imam al-Ghazali menyebut dalam Ihya’ Ulumiddin:
الصَّوْمُ رُبْعُ الْإِيْمَانِ بِمُقْتَضَى قَوْلِهِ ﷺ: الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ، وَقَوْلِهِ ﷺ: الصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيْمَانِ
“Puasa adalah seperempat dari iman, karena puasa adalah setengah dari kesabaran, dan kesabaran merupakan setengah dari iman.”
Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ulama menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki tiga tingkatan, dan siapa yang semakin tinggi tingkatan puasanya, maka semakin sempurna pula buah takwa yang ia raih.
1. Tingkatan Pertama – Puasa Orang Awam
Yaitu menahan perut dan kemaluan dari hal-hal yang membatalkan puasa: makan, minum, dan syahwat.
Inilah puasa yang dilakukan mayoritas kaum Muslimin.
2. Tingkatan Kedua – Puasa Orang Khusus (الصوم الخصوص)
Yaitu menahan seluruh anggota tubuh dari dosa, seperti:
- Menjaga pandangan dari yang haram.
Nabi ﷺ bersabda:
النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.”
- Menjaga lisan dari dusta, ghibah, namimah (adu domba), kata kotor, dan perdebatan sia-sia.
- Menjaga pendengaran dari hal yang dilarang.
- Menjaga tangan dan kaki dari maksiat.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الصَّوْمُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa adalah perisai. Bila seseorang berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Bila ada yang memakinya, hendaklah ia berkata: Aku sedang berpuasa.”
Selain itu, bahkan dalam sebuah riwayat tentang dua perempuan yang berpuasa namun melakukan ghibah, hingga Nabi ﷺ menunjukkan bahwa mereka “muntah” daging manusia yang mereka ghibahi—hal ini menjadi tanda rusaknya pahala puasa.
3. Tingkatan Ketiga – Puasa Khusus al-Khusus (خصوص الخصوص)
Yaitu puasanya hati, bukan lagi sekadar anggota tubuh.
• Hati tidak memikirkan selain Allah,
• tidak dipenuhi bisikan dunia yang hina,
• tidak sibuk kecuali dengan urusan akhirat.
Para ahli hati berkata:
مَنْ تَحَرَّكَتْ هِمَّتُهُ فِي النَّهَارِ لِتَدْبِيْرِ مَا يُفْطِرُ عَلَيْهِ، كُتِبَتْ عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ
“Siapa yang siang hari Ramadan lebih sibuk memikirkan makanan berbuka, maka ditulis baginya kesalahan, karena itu tanda kurangnya tawakal kepada Allah.”
Inilah puasa para nabi, para shiddiqin, dan orang-orang yang dekat kepada Allah.
Itulah makna firman Allah:
قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
“Katakanlah: Allah. Kemudian biarkan mereka bermain-main dalam kesesatannya.”
Enam Penyempurna Puasa Orang Shalih
Maka dari itu, ulama menyebut bahwa puasa tidak sempurna kecuali dengan enam hal:
- Menundukkan pandangan dari hal yang haram.
- Menjaga lisan dari ucapan tercela dan memperbanyak dzikir.
- Menjaga pendengaran dari hal yang diharamkan.
- Menjaga anggota tubuh dari maksiat dan makanan syubhat ketika berbuka.
- Tidak berlebihan ketika berbuka, karena perut yang terlalu penuh adalah wadah yang paling dibenci Allah.
- Menjadikan puasa sebagai sarana melemahkan hawa nafsu, bukan justru menguatkannya.
Baca juga: Khutbah Jumat: Meneladani Peristiwa Isra Mikraj
Penutup Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita meningkatkan kualitas puasa kita:
dari sekadar menahan lapar dan dahaga, naik kepada puasa anggota badan, hingga puasa hati yang penuh keikhlasan.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Baca juga: Khutbah Jumat: Birrul Walidain, Investasi Dunia dan Akhirat
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ وَأَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Doa
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اجعل صيامنا صيام الصالحين،
واجعل قلوبنا متعلقةً بك لا بغيرك.
اللهم بلغنا ليلة القدر، وارزقنا فيها القبول والرضوان.
اللهم انصر الإسلام والمسلمين، وألف بين قلوبهم، وادفع عنهم الفتن ما ظهر منها وما بطن.
عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ…
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo