Membaca Yasin 3 Kali Malam Nisfu Syaban, Ini Niat dan Keutamaan nya - detik
Malam Nisfu Syaban sering diisi umat Islam dengan berbagai ibadah. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.
Amalan membaca Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban ini dilakukan dengan tujuan tertentu dan pada waktu yang dianjurkan. Berikut penjelasan mengenai tujuan, waktu, serta niat membacanya.
Kenapa Membaca Yasin 3 Kali Malam Nisfu Syaban?
Membaca surah Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban sudah menjadi kebiasaan banyak umat Islam di Indonesia. KH Muhammad Sholikhin dalam buku Panduan Shalat Sunah Lengkap menjelaskan, setelah melaksanakan salat Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.
Amalan ini dilakukan untuk mengisi malam pertengahan bulan Syaban dengan doa dan ibadah.
Para tabi'in, generasi salaf, biasa menghidupkan malam ini dengan beribadah secara sungguh-sungguh. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathoiful Ma'arif, yang dikutip Buya Yahya dalam Hujjah Ilmiah: Amalan di Bulan Syaban, menyebutkan pentingnya memanfaatkan malam ini untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Ulama generasi setelahnya pun menganjurkan beberapa amalan sunnah, termasuk membaca Yasin tiga kali.
Menurut buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Syaban karya Muhammad Juriyanto, tradisi ini sering dilakukan secara berjamaah di masjid. Biasanya, umat Islam membaca surah Yasin sambil berdzikir bersama.
Baca Yasin 3 Kali di Nisfu Syaban untuk Apa Saja?
Malam Nisfu Syaban ini dikenal sebagai salah satu malam yang penuh keistimewaan dalam Islam. Salah satu keutamaannya disebutkan dalam hadits dari Mu'adz bin Jabal RA. Rasulullah SAW bersabda,
"Allah Tabaraka wa Ta'ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Abu Nu'aim dan Ibnu Hibban mengatakan ini shahih, adapun Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya)
Pada malam Nisfu Syaban, membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dilakukan dengan tujuan doa yang berbeda pada setiap bacaannya.
Bacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi umur panjang yang penuh keberkahan, disertai ketaatan dan kekuatan dalam beribadah.
Bacaan Yasin kedua ditujukan untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah, bala, dan marabahaya, baik yang bersifat lahir maupun batin.
Sementara itu, bacaan Yasin ketiga diniatkan untuk memohon hati yang dipenuhi kebaikan, keimanan yang teguh, serta ketergantungan penuh hanya kepada Allah SWT.
Kapan Baca Yasin 3 Kali di Nisfu Syaban 2026?
Membaca Yasin tiga kali dianjurkan dilakukan pada malam Nisfu Syaban, yaitu setelah salat Maghrib hingga sebelum Isya.
Amalan ini biasanya diawali dengan membaca Al-Fatihah, kemudian membaca surah Yasin, dan ditutup dengan doa setelah Yasin. Hal ini disebutkan dalam kitab Mujribat karya Ad-Dairaby dan dilansir NU Jateng.
Nisfu Syaban 2026 sendiri jatuh pada 15 Syaban 1447 H, tepatnya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Malam Nisfu Syaban pun dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 setelah Maghrib dan berlangsung hingga malam harinya.
Artinya, waktu yang tepat untuk membaca Yasin tiga kali adalah Senin malam, 2 Februari 2026, setelah Maghrib sampai sebelum Isya.
Apakah Boleh Membaca Yasin 3 Kali Setelah Isya?
Mengutip situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), membaca surah Yasin sebanyak tiga kali setelah salat Isya pada malam Nisfu Syaban hukumnya adalah boleh dalam Islam.
Surah Yasin merupakan bagian dari Al-Qur'an sehingga membacanya termasuk ibadah. Selain itu, para ulama dan salafus salih menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah, memperbanyak dzikir, dan berdoa kepada Allah SWT.
Niat Baca Yasin 3 Kali Malam Nisfu Syaban
Membaca surah Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban biasanya dilakukan dengan niat yang berbeda pada setiap bacaan. Berikut penjelasannya:
1. Niat Yasin Pertama
Bacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang yang berkah, selalu sehat, serta taat dan istikamah dalam beribadah hingga akhir hayat.
2. Niat Yasin Kedua
Bacaan Yasin kedua diniatkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari musibah, fitnah, bala, dan mara bahaya, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.
3. Niat Yasin Ketiga
Bacaan Yasin ketiga diniatkan untuk memohon agar Allah SWT memberikan kekayaan hati, tidak bergantung kepada selain Allah, serta ditetapkan iman Islam sampai akhir kehidupan.
Tata Cara Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban
Amalan membaca Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban dapat dilakukan dengan urutan berikut:
1. Membaca surah Al-Fatihah, lalu membaca surah Yasin pertama dengan niat memohon umur panjang, kesehatan, ketaatan, dan keistikamahan dalam ibadah. Setelah itu, membaca doa setelah Yasin.
2. Membaca surah Al-Fatihah, lalu membaca surah Yasin kedua dengan niat memohon perlindungan dari bala, fitnah, dan musibah, serta memohon rezeki yang halal dan berkah untuk diri sendiri dan keluarga. Setelah itu, membaca doa setelah Yasin.
3. Membaca surah Al-Fatihah, lalu membaca surah Yasin ketiga dengan niat memohon agar hati dipenuhi akhlak yang baik, dijauhkan dari sifat hasad, dengki, riya, sombong, dan ujub, serta memohon ketetapan iman, Islam, dan husnul khatimah. Kemudian ditutup dengan doa setelah Yasin.
Doa Nisfu Syaban Setelah Membaca Surah Yasin
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam biasa membaca doa khusus setelah membaca surah Yasin. Berikut adalah bacaan doanya,
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَ الإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللأَجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَ أَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اقْتَارَ رِزْقِي وَ أَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزِلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرُمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَ مَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . آمِيْن
Allāhumma yā żal-manni wa lā yamunnu 'alaik, yā żal-jalāli wal-ikrām, yā żaṭ-ṭauli wal-in'ām, lā ilāha illā anta, ẓahral-lāji'īn, wa jāral-mustajīrīn, wa amānal-khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtani 'indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqtaran 'alayya fir-rizqi, famḥu Allāhumma bifaḍlika fī ummil-kitābi shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī, wa athbitnī 'indaka fī ummil-kitābi sa'īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qawluka al-ḥaqq fī kitābikal-munzali 'alā nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā'u wa yuthbitu wa 'indahū ummul-kitāb. Ilāhī bit-tajallīl-a'ẓam fī laylatin-niṣfi min shahri Sha'bānal-mukarram allatī yufraqu fīhā kullu amrin ḥakīm, wa yubram. Iṣrif 'annī minal-balā'i mā a'lamu wa mā lā a'lam, wa anta 'allāmul-ghuyūb, biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammad wa 'alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam. Āmīn.
Artinya: "Ya Allah, wahai Pemilik segala karunia, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi karunia kepada-Mu. Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Wahai Pemilik kelapangan dan pemberi nikmat. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah tempat bersandar orang-orang yang berlindung, pelindung orang-orang yang meminta perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang ketakutan.
Ya Allah, jika Engkau telah menuliskan aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang (dari kebaikan), terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah-wahai Allah-dengan karunia-Mu dari Ummul Kitab segala kecelakaanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan berbagai kebaikan.
Sesungguhnya Engkau telah berfirman-dan firman-Mu adalah benar-di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus: 'Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nyalah Ummul Kitab.'
Wahai Tuhanku, dengan tajalli-Mu yang Mahaagung pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia, malam di mana setiap urusan yang penuh hikmah ditetapkan dan diputuskan, palingkanlah dariku segala bala bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.
Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Amin."