Mengenal Lebih Dekat Sayyidina Umar bin Khattab: Sang Amirul Mukminin yang Pemberani - Lirboyo

Sayyidina Umar bin Khattab adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Sebagai khalifah kedua setelah Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq, beliau terkenal memiliki watak yang sangat tegas, berani, dan berjiwa kepemimpinan tinggi. Sosoknya yang kuat ini bahkan membuat Nabi Muhammad SAW memberikan julukan khusus. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai Sang Pemberani ini, termasuk julukan mulia Amirul Mukminin dan kisah awal mula Sayyidina Umar masuk Islam.
Baca juga: Alasan Sayyidah Aisyah Menyebut Akhlak Nabi Adalah Al-Qur’an
Julukan Mulia: Abi Hafs dan Amirul Mukminin
Ketegasan dan keberanian Sayyidina Umar sudah dikenal sejak masa awal dakwah. Beliau juga terkenal dengan kunyah “Abi Hafs”.
- Abi Hafs: Dalam bahasa Arab, Hafs memiliki makna macan. Nabi SAW sengaja memberi julukan ini karena melihat pribadi Sayyidina Umar yang keras sekaligus tegas, layaknya seekor macan.
Julukan lain yang melekat dan menjadi sebutan bagi seluruh khalifah setelahnya adalah “Amirul Mukminin” (Pemimpin Orang-Orang Beriman). Beliau konon adalah orang yang pertama kali menyandang gelar kehormatan ini.
Terdapat dua versi utama mengenai pemberian gelar Amirul Mukminin kepada Sayyidina Umar:
- Inisiatif Sahabat: Sebagian sahabat beliau sendiri yang mengusulkan dan mulai memanggilnya dengan sebutan tersebut.
- Penggalan Khutbah: Sayyidina Umar sesekali menyampaikan khutbah dengan kalimat, “Ayyuha an-nas antum al-mu’minun wa ana amirukum” yang berarti, “Wahai sekalian manusia, kalian semua adalah orang-orang beriman sedangkan saya adalah pemimpin kalian.” Ungkapan ini disinyalir menjadi sebab beliau dijuluki Amirul Mukminin.
Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban
Kisah Awal Mula Sayyidina Umar Masuk Islam
Sebelum memeluk Islam, Sayyidina Umar adalah salah satu tokoh Quraisy yang paling keras menentang dan membenci ajaran Islam.
Awal Mula Keislaman:
- Waktu: Beliau Allah takdirkan masuk Islam pada tahun keenam (atau ada yang meriwayatkan tahun kelima) dari kenabian Nabi Muhammad SAW.
- Pemicu: Pemicu awalnya adalah ketika beliau mengetahui saudara perempuannya, Fatimah binti Khattab, dan suaminya, Said bin Zaid, telah memeluk Islam.
- Titik Balik: Awalnya, Umar datang dengan niat marah dan ingin menyiksa, namun Allah SWT berkehendak lain. Hatinya luluh seketika saat Fatimah membacakan sepenggal ayat Al-Qur’an.
- Pernyataan Iman: Setelah kejadian itu, beliau segera mendatangi Rasulullah SAW. Keislaman beliau disambut dengan gembira dan sukacita oleh kaum Muslimin.
Dampak Keislaman Umar: Islam Semakin Jaya
Sejak Umar bin Khattab masuk Islam, kedudukan kaum Muslimin menjadi semakin kuat dan jaya. Beliau adalah sahabat Rasulullah yang paling utama setelah Sayyidina Abu Bakar.
Baca juga: Khutbah Jumat: Mengambil Hikmah di Balik Hujan
Sifat dan Kepemimpinan Sayyidina Umar:
Meskipun terkenal tegas dan berani, beliau memiliki sifat-sifat mulia yang luar biasa:
- Pintar dan Zuhud: Cerdas dalam berstrategi namun sangat sederhana.
- Tawadu’ dan Belas Kasih: Rendah hati dan penuh kasih sayang kepada sesama Muslim.
- Rasa Takut kepada Allah: Beliau terkenal sering menangis pada siang dan malam hari karena memikirkan tanggung jawabnya. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab:
“Saya ini pemimpin, jika saya adil (menghukumi dengan benar) maka saya tetap Allah hisab, jika saya zalim maka saya akan Allah siksa. Jika saya tidur di siang hari maka saya membiarkan rakyat saya, jika saya tidur di malam hari maka saya menyia-nyiakan diri saya sendiri.”
Baca juga: Khutbah Jumat: Birrul Walidain, Investasi Dunia dan Akhirat
Riwayat Hadis dan Wafatnya
- Periwayat Hadis: Sayyidina Umar meriwayatkan sebanyak 539 hadis dari Nabi Muhammad SAW.
- Wafat Syahid: Beliau wafat dalam usia 63 tahun sebagai seorang syahid, dibunuh oleh Abu Lu’lu’ah al-Majusi.
- Tempat Peristirahatan: Jenazah beliau disemayamkan di sebelah makam Rasulullah SAW.
Kesimpulan
Kisah Sayyidina Umar bin Khattab memberikan pelajaran berharga tentang keberanian, keadilan, dan tanggung jawab seorang pemimpin. Julukan Amirul Mukminin selamanya akan melekat pada beliau, sosok yang membawa Islam menuju kejayaan setelah masa-masa sulit awal dakwah.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo