0
News
    Home Berita Featured Kurma Makan Bergizi Gratis Spesial

    Menu Kurma di MBG, Pedagang Kecil Musiman Menjerit - SindoNews

    5 min read

     

    Menu Kurma di MBG, Pedagang Kecil Musiman Menjerit

    Kendal, NU Online Jateng 

    Wacana pemberian makanan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadhan, yang salah satunya berupa kurma, menuai polemik di tingkat akar rumput. Di tengah niat baik negara, pedagang kecil musiman justru mengaku terdampak serius karena pasokan tersedot dan harga melonjak.

     

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadhan, libur, dan cuti bersama Idulfitri 1447 H. Distribusi layanan akan dimulai pada 23 Februari 2026.

     

    Kebijakan ini diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadhan dan Idulfitri 1447 H serta Libur Tahun Baru Imlek 2026 yang ditandatangani langsung oleh Kepala BGN.

     

    “Setelah periode libur dimaksud berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku,” tegas Dadan dalam keterangannya dikutip NU Online Jateng.

     

    Sementara itu, di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa dengan menu siap santap.

     

    Namun, kebijakan tersebut berdampak pada mata pencaharian pedagang kecil. Nazlal Firdaus Kurniawan, pedagang kurma musiman asal Weleri, mengaku kesulitan mendapatkan kurma Mesir—jenis yang paling terjangkau dan laris saat Ramadhan.

     

    “Kurma Mesir sudah tidak ada di pasaran. Saya berburu ke kota lain juga kosong. Kata pedagang, semua sudah diborong untuk MBG. Distributor besar bahkan sudah ditinggal DP,” ujar Firdaus. 

     

    Ia menambahkan, kondisi itu membuat harga kurma melonjak drastis. Mereka (MBG) belinya tidak ke pedagang kecil, tapi langsung ke pedagang besar.

     

    Menurutnya, sebelum kelangkaan, harga kurma Mesir berkisar Rp290.000 per dus (10 kg), sedangkan kurma premium sekitar Rp200.000 per 5 kg. Keuntungan pedagang kecil dari penjualan per dus biasanya hanya puluhan ribu rupiah.

     

    Saat Ramadhan, ia juga biasa menjual eceran di pinggir jalan menjelang Maghrib, per kotak Rp10.000–Rp20.000 agar terjangkau masyarakat.

     

    “Sekarang jenis itu benar-benar tidak ada. Padahal ini yang paling dicari karena murah. Kalau diecer, hasilnya lumayan untuk menutup kebutuhan harian,” tuturnya.

     

    Firdaus menyebut, untuk jenis lain seperti Sukari, Ajwa, Khalas, Tunis, hingga Medjool masih relatif aman dikarenakan harga sudah tinggi untuk jenis-jenis ini, begitu pula jajanan khas Arab lainnya.

     

    Namun, ia berharap pemerintah turut memperhatikan keberlangsungan pedagang kecil agar niat baik program negara tidak berujung mematikan usaha rakyat.


    Komentar
    Additional JS