0
News
    Home 1 Abad NU Berita Featured Mujahadah Kubro Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo di Mujahadah Kubro NU: Tak Ada Bangsa yang Kuat, Kalau Pemimpinnya Tidak Rukun - Liputan6

    7 min read

     

    Prabowo di Mujahadah Kubro NU: Tak Ada Bangsa yang Kuat, Kalau Pemimpinnya Tidak Rukun

    Presiden Prabowo menyebut tidak ada perdamaian di Indonesia, apabila para pemimpin tak rukun, bersatu, dan kompak.


    Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
    Jadi Intinya
    1. Prabowo ajak pemimpin bersatu demi kemajuan bangsa dan negara.
    2. Kerukunan pemimpin kunci perdamaian dan kemakmuran negara.
    3. Pemimpin harus hindari benci, dengki, dan mencari kesalahan.

    Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak semua pemimpin masyarakat untuk menjaga kerukunan serta persatuan untuk kebaikan bangsa dan negara. Dia mengingatkan Indonesia tak dapat menjadi bangsa yang maju dan kuat apabila para pemimpinnya tidak rukun.

    "Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu saya selalu mengajak semua unsur selalu mari kita bersatu," kata Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

    Dia menyampaikan persaingan dan perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa. Prabowo menyebut tidak ada perdamaian di Indonesia apabila para pemimpin tak rukun, bersatu, dan kompak.

    "Sejarah manusia mengajarkan kepada kita tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak mungkin ada perdamaian, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak," jelasnya.

    Prabowo mengajak para pemimpin di setiap eselon, pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual berjuang mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dia meminta para pemimpin menghilangkan rasa benci, dengki, dan mencari-cari kesalahan.

    "Tidak boleh pemimpin punya dendam tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain," tutur Prabowo.

     

    Jaga Keharmonisan

    Presiden Prabowo menyapa warga Nahdiyin dari atas mobil atau sunroof mobil Maung RI-1 saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang.
    Presiden Prabowo menyapa warga Nahdiyin dari atas mobil atau sunroof mobil Maung RI-1 saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

    Prabowo menyampaikan para kiai dan leluhur mengajarkan agar semua masyarakat menjaga keharmonisan atau 'Miko Dhuwur Mendem Jero'. Dia mengingatkan para pemimpin untuk bermufakat dan bermusyawarah apabila ada perbedaan.

    "Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam, berbeda tidak masalah sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat itu kepelibadian bangsa Indonesia," pungkas Prabowo.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100.000 jemaah NU.

    Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Stadion Gajayana sekitar pukul 06.45 WIB. Dia tampak mengenakan baju koko bewarna putih dan peci hitam.

     

    Disambut Pimpinan PBNU

    Kedatangan Prabowo disambut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Mereka menyambut Prabowo saat turun dari mobil Maung putih RI-1.

    Prabowo juga disambut meriah oleh warga NU yang hadir. Para jemaah yang ada di tribun maupun di lapangan tampak berdiri dan bertepuk tangan untuk menyambut Prabowo.

    Mereka juga antusias menyalami Prabowo. Sementara itu, Prabowo menyapa para jemaah NU dari atas mobil atau sunroof mobil Maung putih. Dia juga menyalami beberapa jemaah NU.

    Sejumlah pejabat negara turut hadir yakni, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri.

    Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, hingga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

    Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. (Istimewa)
    Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. (Istimewa)

    Komentar
    Additional JS