Israel Larang Warga Palestina Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa, Pertama Kali sejak 1967 - Kompas TV
YERUSALEM, KOMPAS.TV - Israel melarang warga Palestina melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur, Tepi Barat, Palestina, untuk pertama kalinya sejak 1967.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sejak 1967 hingga saat ini.
Warga Palestina yang ingin melaksanakan salat Idulfitri diserukan untuk melakukan ibadah di dekat Masjid Al-Aqsa jika tak bisa masuk ke dalamnya.
Dilansir The Guardian, pasukan Israel membarikade jalan masuk menuju Masjid Al-Aqsa pada Jumat pagi (20/3/2026) waktu setempat.
Israel menutup Kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang bulan Ramadan dengan dalih masalah keamanan di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Perang pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: IRGC Ungkap Iran Masih Produksi Rudal dan Siap Lanjutkan Serangan, Bantah Klaim Benjamin Netanyahu
Penutupan Masjid Al-Aqsa membuat umat Islam kesulitan untuk beribadah di situs suci tersebut. Keadaan itu membuat ribuan warga Palestina berkumpul dan berdoa di luar Masjid Al-Aqsa.
Warga Palestina mengatakan penutupan tersebut merupakan strategi Israel untuk memanfaatkan ketegangan keamanan guna memperketat pembatasan dan memperkuat kendalinya atas kompleks Masjid Al-Aqsa.
“Besok menjadi hari paling menyedihkan bagi jemaah muslim di Yerusalem,” kata Hazen Bulbul, yang sejak kecil selalu menghabiskan akhir puasa Ramadan di Masjid Al-Aqsa.
“Yang saya khawatirkan adalah ini akan menjadi preseden yang berbahaya. Mungkin ini pertama kalinya, tetapi mungkin bukan yang terakhir. Campur tangan Israel di kota suci ini telah meningkat sejak 7 Oktober (2023),” tambah pria berusia 48 tahun itu.
Mantan mufti besar Yerusalem dan penceramah di Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ekrima Sabri, telah mengeluarkan fatwa agama yang meminta muslim untuk melaksanakan salat Idulfitri di tempat terdekat dengan masjid tersebut.
Baca Juga: Pejabat Intelijen Gedung Putih Sebut AS dan Israel Punya Tujuan Perang Berbeda di Iran
Kehadiran pasukan Israel yang ketat di lorong-lorong Yerusalem menimbulkan kekhawatiran.
Dengan banyaknya penggeledahan dan konfrontasi dengan warga, banyak yang mengkhawatirkan ketegangan terkait penutupan masjid Al-Aqsa dapat meningkat menjadi bentrokan.