Sayyid Alawi al Maliki; Dakwahnya dilarang oleh Penguasa Wahabi - Lirboyo net

Dakwahnya dilarang oleh Penguasa Wahabi?
Penolakan umat Islam kepada sebagian misionaris wahabi di beberapa daerah saat ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kesombongan Penguasa Kerajaan Arab Sa’udi Wahhabi yang telah melarang para Ulama Aswaja mengajarkan ilmu2 agama di Masjid Al Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.
Sebelum Dinasti Saudi Wahhabi yang berasal dari Najed merebut wilayah itu pada tahun 1924, Makkah, Madinah, dan seluruh wilayah Hijaz merupakan pusat tradisi intelektual keilmuan Aswaja dan tempat tinggal para ulama Aswaja. Selama menaklukkan wilayah Hijaz, Dinasti Saudi yang didukung penuh oleh Kerajaan Inggris membantai ribuan ulama dan umat Islam. Penguasa Dinasti Sa’udi pada saat itu adalah Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Alu Sa’ud, ayahanda Raja Salman yang kemarin (Maret 2017) sedang piknik di Bali.
Berikut ini sepenggal kisah Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al Maliki al Makki yang dakwahnya dilarang oleh penguasa wahhabi Kerajaan Arab Saudi.
Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Al-Makki Al-Hasani adalah seorang pakar hadis yang menjadi benteng dan pejuang Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang hidup di tengah-tengah penguasa wahabi Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga Muhammad bin Dawud Al-Shinhâji; Biografi dan Warisan Ilmu
Lebih dari seabad, Masjid al Haram, Makkah dipergunakan untuk mengajarkan ilmu agama. Yaitu, sejak Kerajaan Arab Saudi belum berdiri.
Majlis ilmu beliau merupakan majlis yang paling ramai dihadiri banyak penuntut ilmu. Tafsir, hadits, sirah, fiqh adalah dari beberapa pengajaran yang beliau ajarkan. Di samping itu, Beliau juga menjadi dosen di Universitas Ummul Qura Makkah. Bahkan, beliau menjadi Guru Besar (Profesor) dalam bidang hadits di Universitas tersebut.
Tapi pada awal tahun 80-an, beliau terpaksa meninggalkan mengajarnya di Universitas Ummul Qura dan Masjid al Haram. Karena larangan penguasa Saudi, yang mulai gerah dengan kegigihan Abuya Sayyid Muhammad al Maliki dalam memperjuangkan Aswaja.
Orang-orang wahhabi menuduh beliau sesat, ahli bid’ah, musyrik, kafit dan srbagainya. Berbagai caci maki, fitnah bahkan ancaman pembunuhan pun dilontarkan oleh orang-orang wahhabi kepada beliau.
Setelah itu, beliau mengajar ilmu agama di rumah beliau yakni Rushaifah, Makkah. Dakwah beliau semakin berkembang pesat meskipun selalu dihalang-halangi oleh penguasa wahhabi Saudi.
Orang Indonesia adalah termasuk dari murid beliau yang berasal dari penjuru dunia. Di kediaman beliau, Rushaifah setiap hari diantara waktu maghrib dan isya, akan dihadiri oleh 500 penuntut ilmu guna menghadiri acara majelis ilmu beliau.
Al Fatihah