Tata Cara Sholat Idul Fitri, Menuju Awal yang Baru di Hari yang Fitri - NU Online
Tiga orang laki-laki sehabis pulang dari salat id berjama'ahHari Raya Idul Fitri merupakan momentum agung bagi umat Islam. Shalat Idul fitri adalah penutup dari ibadah puasa Ramadhan dan pembuka lembaran baru dalam keadaan suci. Salah satu syiar utama pada hari tersebut adalah melaksanakan sholat Idul Fitri. Sholat yang memiliki tata cara khusus berbeda dari sholat fardhu. Sholat ini menjadi simbol kemenangan spiritual dan ungkapan syukur kepada Allah ﷻ.
Hukum Sholat Idul Fitri
Mayoritas ulama menyatakan bahwa sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bahkan sebagian ulama seperti dalam madzhab Hanafi menyatakan hukumnya wajib.
Dalilnya adalah hadits dari sahabat mulia:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى، فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ، فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ، وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ
Artinya :“Rasulullah ﷺ biasa keluar pada hari Idulfitri dan Iduladha menuju tanah lapang. Hal pertama yang beliau lakukan adalah salat. Kemudian beliau selesai dan berdiri menghadap manusia, sementara orang-orang tetap duduk di saf-saf mereka.”[¹Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī al-Ju‘fī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. juz. 1 hlm 326]
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Waktu untuk memulai Sholat idul fitri sendiri sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat, dengan tambahan takbir.
Rakaat Pertama:
- Niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir 7 kali (selain takbiratul ihram)
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat (disunnahkan Al-A’la)
- Ruku’, i’tidal, sujud seperti biasa
Rakaat Kedua
- Berdiri dari sujud
- Takbir 5 kali
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat (disunnahkan Al-Ghasyiyah)
- Ruku’ dan meneruskan rukun sholat seperti biasa hingga salam
Niat Sholat Idul Fitri
- Lafadz Niat Imam
نَوَيْتُ صَلَاةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ṣalāta ‘Īdil-Fiṭri rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya :“Aku niat melaksanakan salat Idulfitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta‘ala.”
- Lafadz Niat Makmum
نَوَيْتُ صَلَاةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ṣalāta ‘Īdil-Fiṭri rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya :“Aku niat melaksanakan salat Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala.”
- Bacaan di Antara Takbir
Sunnah untuk membaca tasbih antara Takbir Shalat Idul fitri:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.
Artinya :“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Khutbah Idul Fitri
S
Khutbah shalat Idul Fitri tidaklah sama dengan khutbah shalat Jum’at. Waktu khutbah Idul Fitri adalah setelah Shalat Idul Fitri
عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: سَمِعْتُ جُنْدَبًا قَالَ :شَهِدْتُ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى يَوْمَ عِيدٍ، ثُمَّ خَطَبَ
Artinya :“Dari al-Aswad bin Qais, ia berkata: Aku mendengar Jundub berkata: “Aku menyaksikan Nabi ﷺ melaksanakan salat pada hari raya, kemudian beliau berkhutbah.”[² Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī al-Ju‘fī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. juz. 6 hlm. 2456]
Hikmah Sholat Idul Fitri
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa hari raya adalah simbol kembalinya manusia kepada kesucian. Hari ini bukan sekadar perayaan, tetapi:
- Hari pengampunan
- Hari kembali kepada fitrah
- Hari pembuka lembaran baru
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Artinya :“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”(QS. Al-Baqarah: 185)
Penutup: Menuju Awal yang Baru
Sholat Idul Fitri bukan hanya sekedar ritual, tetapi deklarasi kemenangan jiwa. Shalat Idul Fitri adalah tanda bahwa manusia telah melewati madrasah Ramadhan dan kembali dalam keadaan bersih. Hari itu adalah hari:
- dimana dosa terampuni
- hati tersucikan
- dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dalam keadaan fitrah.