452 Bus Shalawat Siaga 24 Jam Layani Jemaah Haji di Makkah - Tirto
452 Bus Shalawat Siaga 24 Jam Layani Jemaah Haji di Makkah
tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menyediakan moda transportasi bus shalawat untuk mobilitas jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (pulang-pergi) selama di Makkah. Transportasi publik ini akan melayani jemaah 24 jam.
Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, mengatakan, operasional transportasi ini disediakan secara merata, menjangkau 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah, meliputi Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, hingga Aziziyah.
Menurut Syarif, fasilitas bus shalawat tetap diberikan meskipun penginapan jemaah berada di bawah radius minimal dua kilometer dari Masjidil Haram.
"Sesuai ketentuan Kerajaan Arab Saudi, jemaah yang jaraknya 2.000 meter itu wajib diberikan transportasi, namun pemerintah Indonesia memberikan kebijakan seluruh akomodasi diberikan transportasi," kata Syarif kepada Tim MCH saat ditemui di Kantor Daker Makkah, Minggu malam (26/4/2926).
Baca juga:
Syarif menambahkan, untuk mendukung kelancaran layanan transportasi ini, PPIH Arab Saudi menyediakan sebanyak 452 unit bus yang beroperasi dengan sistem sif selama 24 jam nonsetop. Setiap kendaraan yang digunakan wajib memenuhi kriteria kelayakan jalan dengan usia operasional maksimal lima tahun.

Menurut Syarif, pengaturan ritme keberangkatan bus juga disesuaikan langsung dengan dinamika pergerakan jemaah setiap harinya. Menjelang waktu salat fardu, petugas akan melipatgandakan jumlah armada yang standby di halte-halte sekitar hotel.
"Bus-bus itu beroperasi dari jam 00.00 sampai jam 00.00 kembali, jadi satuannya adalah hari, bukan putaran," kata Syarif.
Jemaah haji yang ingin menuju Masjidil Haram akan difasilitasi melalui tiga titik pemberhentian akhir, yakni Terminal Ajyad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir. Terminal tersebut ditetapkan berdasarkan wilayah keberangkatan asal jemaah untuk menghindari kemacetan.
Syarif memastikan, layanan transportasi ini akan terus beroperasi hingga seluruh jemaah kloter terakhir bersiap meninggalkan Kota Makkah. Pemerintah berharap kemudahan akses ini dimanfaatkan secara tertib oleh seluruh jemaah.
Bus shalawat ini akan berhenti beroperasi menjelang puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Tujuannya agar jemaah menyiapkan tenaganya untuk puncak haji dan salat jemaah di hotel masing-masing. Bus shalawat ini akan beroperasi kembali nanti setelah Armuzna selesai.
tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama