Awas Bikin Ibadah Gak Sah! Ini 10 Larangan Bagi Jemaah Haji yang Harus Dihindari - Viva
Awas Bikin Ibadah Gak Sah! Ini 10 Larangan Bagi Jemaah Haji yang Harus Dihindari
Makkah, VIVA – Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta pemahaman aturan syariat secara menyeluruh. Salah satu hal penting yang wajib diketahui setiap calon jemaah adalah berbagai larangan selama menjalankan ibadah, khususnya saat berada dalam kondisi ihram.
Baca Juga
Pelanggaran terhadap larangan ini tidak hanya berdampak pada kewajiban membayar fidyah atau dam, tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan ibadah bahkan berpotensi membuatnya tidak sah. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam ajaran Islam, menjaga kesucian dan kekhusyukan selama haji menjadi hal utama.
Baca Juga
Hal ini juga ditegaskan dalam firman Allah SWT:
"Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (bersetubuh), berbuat fisik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji." (QS Al-Baqarah: 197).
Baca Juga
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sepuluh larangan yang wajib dihindari oleh jemaah haji, baik laki-laki maupun perempuan:
1. Melakukan hubungan suami-istri
Selama dalam keadaan ihram, segala bentuk hubungan intim, termasuk aktivitas yang mengarah pada syahwat, dilarang keras. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berakibat berat, termasuk kewajiban membayar fidyah besar, bahkan berpotensi membatalkan haji jika dilakukan sebelum tahallul.
2. Berbuat maksiat dan bertengkar
Segala bentuk perbuatan tercela seperti berkata kasar, berbohong, mencuri, hingga bertengkar harus dihindari. Ibadah haji menuntut kesabaran dan akhlak mulia agar nilai spiritualnya tetap terjaga.
3. Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki
Jemaah laki-laki yang sedang ihram diwajibkan mengenakan kain ihram tanpa jahitan. Penggunaan pakaian berjahit seperti celana atau baju dilarang sebagai simbol kesederhanaan dan kesetaraan.
4. Menutup kepala bagi laki-laki dan wajah bagi perempuan
Laki-laki tidak diperbolehkan menutup kepala, sementara perempuan dilarang menutup wajah dan menggunakan sarung tangan. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a.
5. Melakukan akad nikah atau khitbah
Dalam kondisi ihram, jemaah tidak diperkenankan menikah, menikahkan, maupun melamar. Jika dilakukan, akad tersebut tidak sah dan harus diulang setelah ihram selesai.
6. Menggunakan parfum
Pemakaian wewangian, baik pada tubuh maupun pakaian, tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dalam ihram.
7. Memotong kuku
Memotong kuku dianggap sebagai bentuk memperindah diri, sehingga dilarang selama ihram. Pelanggaran aturan ini juga mengharuskan pembayaran fidyah.
8. Mencukur atau mencabut rambut
Jemaah tidak boleh mencukur atau mencabut rambut selama ihram. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
"Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidiah..." (QS Al-Baqarah: 196).
9. Memburu hewan darat
Selama ihram, jemaah dilarang berburu hewan darat yang halal dimakan. Larangan ini bertujuan menjaga keseimbangan alam serta melatih pengendalian diri.
10. Meninggalkan wajib haji
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak melaksanakan kewajiban seperti wukuf di Arafah, mabit di Mina, tawaf wada’, atau melempar jumrah termasuk pelanggaran serius. Jemaah yang meninggalkannya wajib membayar dam sebagai konsekuensi.
Pemahaman terhadap seluruh larangan ini menjadi bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan berharap meraih predikat haji yang mabrur.
![]()
5 Tata Cara Dapatkan Air Zamzam Asli di Masjid Nabawi
Air zamzam menjadi salah satu anugerah istimewa bagi umat Islam yang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Meski sumber utamanya berada di Makkah, para jemaah tetap bisa dapat

VIVA.co.id
24 April 2026