0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Spesial

    Cerita Dedi, Pensiunan Guru Nyambi Tukang Las hingga Kuli Bangunan Naik Haji di Usia 71 Tahun - Tribunnews

    6 min read

     

    Cerita Dedi, Pensiunan Guru Nyambi Tukang Las hingga Kuli Bangunan Naik Haji di Usia 71 Tahun

    INDRAMAYU, KOMPAS.com - Dedi Supardi (71), warga Desa/Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena akhirnya bisa berangkat haji pada tahun 2026.

    Baginya, perjalanan ini adalah keajaiban yang nyata setelah sempat didera rasa pesimistis akibat faktor usia.

    Perjuangan Dedi menuju Tanah Suci diketahui dimulai pada tahun 2013.

    Baca juga: Berdebar-debar, Penantian Maisaroh Dampingi Ibu 88 Tahun ke Tanah Suci

    Kala itu, ia mendaftar pada usia yang sudah tidak muda lagi, yakni 58 tahun.

    Abdurrahman dan Musiatin Menikah di Usia 81 Tahun: Lebih Takut Kesepian daripada Sakit

    Saat awal mendaftar, rasa khawatir sudah menerpanya, Dedi sempat menimbang apakah fisiknya akan mampu bertahan hingga waktu keberangkatan tiba atau tidak.

    Namun, karena sudah bertekad kuat, ia tetap memantapkan diri untuk mendaftar haji.

    Dedi pun sangat bersyukur karena kesempatan beribadah ke Tanah Suci kini benar-benar akan terlaksana pada tahun ini.

    Baca juga: 42 Tahun Jualan Es Tung Tung dari Harga Rp 25 hingga Rp 2.000, Kini Ili dan Yayah Jemput Impian Pergi Haji

    "Rasanya deg-degan, senang juga, ini pertama kali saya ke Tanah Suci. Kalau umrah, saya belum pernah, baru ini haji," kata Dedi saat ditemui di Asrama Haji Indramayu, Selasa (21/4/2026).

    Dedi adalah pensiunan guru SMP, ketakutan terbesarnya bukanlah soal biaya, melainkan kesehatan.

    Ia melihat banyak rekan sejawatnya yang jatuh sakit tak lama setelah pensiun.

    Baca juga: Deg-degan soal Kondisi Timur Tengah, Jemaah Haji Ini Fokus Persiapan Mental

    "Ketakutan saya itu takut kena penyakit. Soalnya yang lain-lain itu baru satu tahun pensiun ada yang sudah stroke, tapi alhamdulillah saya masih diberi kesehatan," tuturnya.

    Perjuangan Biaya Haji

    Kisah Dedi semakin inspiratif saat ia menceritakan perjuangannya mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi melunasi biaya haji.

    Menyadari gaji pensiunan guru yang tidak seberapa, Dedi memutar otak dan melakoni berbagai pekerjaan kasar.

    Mengingat, saat mendaftar itu, ia sudah mendekati usia pensiun.

    Untungnya, Dedi punya keahlian mengelas, kemudian bengkel. Tak jarang, ia juga menawarkan jasa sebagai kuli bangunan.

    Baca juga: Dari Ulekan Rujak ke Tanah Suci: Perjuangan 16 Tahun Machmudah Wujudkan Mimpi Pergi Haji

    Meski berstatus sebagai mantan guru, Dedi mengaku sama sekali tidak malu meski harus berkeringat di lapangan demi mencari rezeki halal.

    Uang dari pekerjaan itu kemudian ia kumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya biaya haji tersebut lunas.

    "Kalau saya tidak malu, justru yang malu itu orang-orang yang menyuruh ke saya karena dulunya saya guru. Tapi, kata saya, tidak apa-apa saya mau mencari rezeki, yang penting halal," terangnya.

    Baca juga: Daftar Haji sejak Usia 13 Tahun, Farhan Akhirnya Berangkat di Usia 25

    Dampak Masa Pandemi

    Di sisi lain, Dedi menceritakan, bahwa ia dan istrinya seharusnya berangkat pada tahun 2024 lalu.

    Namun, jadwal tersebut harus bergeser dua tahun akibat dampak penundaan ibadah haji selama masa pandemi Covid-19 beberapa waktu silam dan baru bisa berangkat di tahun 2026.

    Selama kurun waktu tersebut, Dedi hanya berdoa agar diberikan panjang umur dan kesehatan.

    Baca juga: Bangkit dari KDRT, Kisah Ida Taklukkan Sungai Penuh Sampah demi Cita-cita Anak

    Doa itu kini terkabul, Dedi dan istrinya resmi masuk dalam Kloter 1 pemberangkatan haji tahun 2026.

    Hari ini, Dedi dan ratusan jemaah haji lainnya sudah masuk ke Asrama Haji Indramayu.

    Setelah dari Asrama Haji, mereka akan berangkat ke Tanah Suci, dengan terbang lewat Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada hari besoknya.

    "Saya senang sekali, akhirnya tahun ini bisa benar-benar berangkat," pungkasnya sambil tersenyum lebar.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS