Cita Rasa Nusantara Disajikan Dapur Uhud Taiba, Obati Kerinduan Jamaah Masakan Kampung - Republika
Cita Rasa Nusantara Disajikan Dapur Uhud Taiba, Obati Kerinduan Jamaah Masakan Kampung
Republika/Fuji E Permana Ilustrasi katering haji.

Oleh: Fernan Rahadi, jurnalis Republika.co.id, langsung dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH –Saat musim haji 2026 ini, Dapur Uhud Taiba menjadi salah satu dari puluhan dapur katering Indonesia di Madinah yang bekerja tanpa kenal lelah.
Mereka bukan hanya memasak makanan, melainkan juga menyajikan kehangatan tanah air di tengah padang pasir Tanah Suci.
Sponsored
Aroma sedap Nusantara langsung tercium begitu memasuki kawasan dapur Uhud Taiba for Catering di Prince Naif ibn Abdulaziz Road, Madinah, Arab Saudi.
Di tengah hiruk-pikuk musim haji 2026, puluhan koki Indonesia sibuk mengaduk bumbu, menggoreng ayam, dan memanggang daging.
Suasana dapur ini bukan sekadar tempat memasak, melainkan “rumah kedua” bagi ribuan jamaah haji Indonesia yang ingin ibadahnya tenang dengan perut kenyang dan lidah puas.
Chef Muhammad Suhendi (46), asal Puncak, Bogor, sudah dua tahun memimpin dapur ini. Dengan senyum ramah khas orang Sunda, dia menjelaskan filosofi sederhananya.
"Jamaah itu orang tua saya. Jadi kami buat yang terbaik," kata Suhendi kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Sabtu (25/4/2026) lalu.
Pada hari-hari biasa, Uhud Taiba melayani jemaah umrah Indonesia. Namun saat musim haji tiba, kepercayaan pemerintah Indonesia membuat dapur ini bertanggung jawab menyediakan makanan bagi ribuan jamaah.
Suasana Katering Uhud Taibah di Madinah, Arab Saudi.
Halaman 2 / 3
Setiap hari, mereka menyiapkan 6.000 porsi makanan masing-masing 2.000 porsi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
“Jangan khawatir untuk makannya, biar ibadahnya tenang. Kita yang menyiapkan makanannya setiap waktu makan,” ujar Suhendi sambil mengawasi timnya.
Yang membuat dapur ini istimewa adalah penggunaan bumbu asli Indonesia. Pasta masakan, termasuk bumbu rendang, balado, gepuk, dan nasi goreng kampung, didatangkan langsung dari pemerintah Indonesia.
Koki-koki Nusantara yang mengolahnya, sehingga cita rasa autentik kampung tetap terjaga meski ribuan kilometer jauhnya dari Tanah Air.
Di salah satu sudut dapur, Wahidin asal Cirebon tampak sibuk mengaduk daging sapi dengan bumbu kaya rempah.
Aroma jahe, pala, kemiri Jawa, kayu manis, lada, dan cabai langsung menguar.Tak jauh dari situ, Ali (31), juga asal Cirebon yang sudah satu tahun bergabung, menggoreng ayam di tungku besar.
Gerakan tangannya lincah, hasilnya ayam goreng yang krispi di luar, juicy di dalam. Dapur Uhud Taiba dilengkapi peralatan modern.
Ada pemanggang Gima Forni yang mampu menghasilkan 800–900 potong ayam panggang sekaligus.
Selain itu terdapat peralatan dapur dari Malaysia "Berjaya", di dekat ruang pendingin dan pembekuan, area penyortiran sayuran, serta tungku-tungku besar yang tersambung jaringan gas.
Seluruh proses diawasi ketat melalui CCTV, dan setiap pekerja wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap demi menjaga keamanan dan kebersihan.
Menu harian yang disajikan pun menggugah selera. Gepuk, teri balado, terong balado, oreg tempe, daging tongseng, rendang, balado, hingga nasi goreng kampung.
Halaman 3 / 3
Semua diolah dengan standar gizi yang ketat. Dokter gizi berlisensi dari Arab Saudi, Jillan Gazzi yang mengawasi dapur ini menegaskan, “Kualitas gizi disesuaikan dengan standar dari Indonesia (Kemenhaj). Makanan memenuhi nutrisi cukup, sehat, dan sesuai kebutuhan jemaah yang mayoritas sudah berusia lanjut.”
Proses memasak hingga pengemasan hanya memakan waktu sekitar dua jam. Setelah itu, makanan langsung didistribusikan dalam kemasan yang higienis agar tetap hangat dan segar saat sampai ke tangan jemaah.
Bagi Muhammad Suhendi dan timnya, tugas ini bukan sekadar pekerjaan. “Kami ingin jamaah merasa seperti di rumah sendiri.
Rasa Nusantara ini bisa mengobati rindu kampung, sekaligus memberi tenaga untuk menjalani rangkaian ibadah yang melelahkan,” katanya.
Di gudang umum (public warehouse) yang terhubung dengan dapur, tumpukan bumbu-bumbu Nusantara tersimpan rapi. Dari cabe kering hingga kemiri Jawa. Semua bahan diawasi ketat agar kualitas tetap terjaga.
Bagi jamaah haji Indonesia yang saat ini sedang berada di Madinah, satu hal yang bisa mereka tenangkan, perut dan lidah mereka aman. Di Uhud Taiba, cita rasa kampung terus hidup, agar hati tetap khusyuk beribadah.
Berita Terkait
Tidak Sampai ke Tanah Suci, Tukang Sepatu Justru Raih Pahala Haji Mabrur
Islam Digest - 8 jam yang lalu
Kecamuk Hati Alifiya, Gen Z Asal Cimahi yang Bertamu ke Rumah Allah Gantikan Sang Ayah
Ihram - 10 jam yang lalu
Calhaj Majalengka Mulai Terbang ke Tanah Suci, 1 Orang Batal Berangkat karena Hamil
Ihram - 12 jam yang lalu
Jamaah Haji Bisa Lapor Kendala Layanan di Tanah Suci Lewat Aplikasi Kawal Haji
Ihram - 13 jam yang lalu
Klinik Satelit Siaga di Makkah demi Pelayanan Cepat Tanggap untuk Jamaah
Ihram - 16 jam yang lalu