0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Himbauan Haji Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah - Kompas

    4 min read

      

    Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah

    MADINAH, KOMPAS.com- Perjalanan panjang menuju Tanah Suci terkadang menguras energi fisik para jemaah haji Indonesia.

    Dengan durasi perjalanan darat dan udara yang mencapai belasan jam, jemaah diminta untuk melakukan peregangan secara berkala.

    Petugas Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. M. Kadhafi, mengimbau para jemaah tidak mengabaikan pentingnya peregangan otot selama berada di kabin pesawat.

    Baca juga: PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi

    Kadhafi menjelaskan biasanya jemaah malas bergerak karena sudah mengalami kelelahan yang terakumulasi.

    Kronologi Dua ART Nekat Lompat dari Lantai 4 di Benhil

    "Contohnya kayak tempat saya, kabupaten ke embarkasi sekitar 250 km lewat darat. Habis itu di embarkasi jemaah itu 24 jam, kemudian penerbangan dari embarkasi ke arab Saudi sekitar 9-10 jam," katanya, Minggu (26/4/2026).

    Salah satu peregangan yang bisa dilakukan ialah berjalan ke toilet pesawat. Aktivitas ini sangat krusial karena duduk dalam waktu yang sangat lama di pesawat memicu risiko Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan pembuluh darah.

    "Peregangan itu salah satunya jalan ke WC. Karena untuk penerbangan jarak jauh begini, apalagi kasus jemaah dengan kencing manis, darahnya lumayan lebih kental. Kalau duduk lama ada penyakit DVT. Kalau kena nyeri banget, ototnya jadi kayak papan," ujarnya.

    Baca juga: Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu

    Selain berjalan ke toilet, jemaah juga dianjurkan melakukan pergerakan ringan di area tempat duduk mereka, terutama ketika instruksi keselamatan penerbangan sudah mengizinkan penumpang untuk bergerak.

    "Biasa mutar kaki ke dalam ke luar, saat tanda sabuk pengaman sudah dimatikan kita bisa aja jalan ringan di pesawat. pertama biar gak bosan kedua biar ga terjadi DPT," saran Kadhafi.

    Jemaah juga diimbau untuk minum agar tidak dehidrasi. Hal ini sering kali ditinggalkan, selain karena lupa, juga karena jemaah takut kencing di pesawat.

    Baca juga: Pakai Jalur "Fast Track", Kloter Pertama Jemaah Haji Tiba di Madinah pada 22 April

    "Tipsnya minumnya jangan langsung banyak, minumnya sedikit sedikit karena kapasitas dari kantong kencing kita terbatas, kalau langsung banyak keluar lewat kencing," tambahnya.

    Tidak memaksakan diri

    Sesampainya di Arab Saudi, tantangan perjalanan darat kembali menanti, terutama bagi jemaah yang mendarat di Jeddah dan harus menuju Mekah. Kemacetan musim haji bisa membuat perjalanan memakan waktu berjam-jam.

    "Saran saya saat sampai hotel jemaah istirahat dulu, taruh barang di kamar, istirahat di kamar, baru melengkapi syarat umrah wajibnya. Karena jemaah tua dipaksa tawaf sai itu risiko besar," paparnya.

    Baca juga: Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini

    Dia berpesan agar jemaah bijak dalam mengukur kondisi tubuh dan memprioritaskan istirahat sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat di masjid, terutama bagi kelompok risiko tinggi (risti) dan lansia.

    "Kita lihat aja yang mana lebih banyak manfaat dan mudharatnya. Kalau tubuh dirasa fit nggak apa-apa usia masih muda, tapi kalau sudah tua bagusnya istirahat di hotel," tutupnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Keterbatasan Fisik Tak Menyurutkan Langkah Mbah Sarjo untuk Berhaji

    Komentar
    Additional JS