Ingin Masuk ke Raudhah? Ini Cara Resmi yang Bisa Ditempuh Jamaah tanpa Biaya - Republika
Ingin Masuk ke Raudhah? Ini Cara Resmi yang Bisa Ditempuh Jamaah tanpa Biaya
Jamaah bisa mendaftar lewat tasreh ke PPIH Arab Saudi atau aplikasi Nusuk
Teguh Firmansyah / Republika Jamaah haji dari berbagai negara sedang berada di Raudhah, Madinah.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Jamaah haji asal Indonesia dari kloter pertama telah tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat. Berikutnya, hingga menjelang puncak haji nanti, rombongan jamaah akan tiba secara bergiliran di tanah suci.
Bagi jamaah haji yang akan bermukim di Madinah, tentunya ingin mengunjungi Raudhah atau Raudhatul Jannah. Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar.
Tempat yang memiliki luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter tersebut dalah tempat yang mustajab untuk berdoa.
Meski demikian, belum banyak di kalangan jamaah haji yang tahu cara mengunjungi Raudhah. Agar jamaah tidak bingung, petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) di Sektor Bir Ali, Madinah, Agususanto, memberikan tips supaya para jamaah bisa mengunjungi Raudhah dengan tertib tanpa biaya.
"Kami kembali memfasilitasi jamaah Indonesia untuk pendaftaran kolektif untuk (masuk) Raudhah. Jadi konsepnya adalah Bimbad yang bertanggung jawab untuk menginput seluruh data agar mendapatkan mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah, dan itu adalah sistem kolektif, jadi akan dikontrol oleh sektor khusus dari Nabawi yang akan masuk rombongan,"kata Agus.
Agus menjelaskan, masing-masing kloter yang terdiri dari ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus aktif keseluruhan. "Jadi tidak perlu memegang satu aplikasi atau satu tasreh,"kata dia.
Halaman 2 / 2
Dalam satu lembar tasreh biasanya terdapat maksimal 50 nama. "Bisa jadi 50, 45, 40 tergantung kuantitas yang tersedia saat itu," kata dia.
Agus mengatakan yang difasilitasi negara adalah minimal satu kali untuk memasuki Raudhah. "Ini akan diatur oleh sektor masing-masing dan akan disosialisasi oleh bimbad sektor bekerja sama dengan bimbad-bimbad kloter masing-masing untuk penjadwalannya.
Jadi jamaah tinggal menunggu saja dan bersabar. Nanti ada jadwal masing-masing, dan Insya Allah jadwal ini akan diatur tidak bentrok dengan ziarah Kota Madinah.
"Jadi antara ziarah Raudhah dengan Madinah akan diatur sedemikian rupa agar semuanya bisa dinikmati oleh jamaah haji Indonesia," kata Agus.
Meski demikian, bagi jamaah haji Indonesia juga bisa mendaftar secara mandiri via aplikasi Nusuk yang bisa diunduh di telepon pintar masing-masing. Tinggal masuk aplikasi dan klik 'Rawdah', nantinya jamaah haji tinggal memilih waktu yang tersedia untuk mengunjungi Raudhah.
Terdapat sejumlah waktu yang tersedia pada seperti saat pagi hari (fajir), siang (dhuhr), sore (asr, magrib), dan malam (Isya).
00:00
00:00
01:23
Berita Terkait
3.830 Calon Jamaah Haji DIY Berangkat ke Tanah Suci, Termuda 14 Tahun Tertua 102 Tahun
Kabar Jogja - 1 jam yang lalu
Dubes RI Puji Layanan Fast Track Haji, Harap Semua Jamaah Indonesia Bisa Menikmatinya
Ihram - 1 jam yang lalu
Syekh Sudais Rilis Rencana Operasional Haji 2026, Ada Layanan Agama 60 Bahasa
Ihram - 2 jam yang lalu
Gus Irfan Minta Petugas Haji Doakan Presiden Prabowo
Ihram - 2 jam yang lalu
Berangkat Haji Jadi Kado Milad Terindah Jamaah Tertua Asal Cimahi, Siapkan Bekal Kentang Mustofa
Ihram - 2 jam yang lalu