Jamaah dengan Komorbid Diimbau Jaga Kondisi Fisik untuk Persiapan Puncak Haji - Republika
Jamaah dengan Komorbid Diimbau Jaga Kondisi Fisik untuk Persiapan Puncak Haji
Penyakit paling jamak di kalangan jamaah haji Indonesia adalah penyakit jantung.
ANTARA FOTO/Andri Saputra Jamaah calon haji berdoa saat mengikuti acara pelepasan dengan tradisi adat kesultanan di Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Senin (27/8/2026). Pelepasan secara adat sebanyak 568 calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Makassar itu untuk mendoakan keselamatan perjalanan menuju Arab Saudi, hingga kembali ke Ternate dalam kondisi sehat serta dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar.

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,Para jamaah haji Indonesia, terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan berisiko tinggi (risti), diminta menjaga kondisi fisiknya demi performa maksimal saat puncak haji mendatang. Hal itu mengingat saat momen Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina-Red) nanti para jamaah membutuhkan stamina yang kuat.
"Kami menekankan kepada jamaah, terutama yang mempunyai komorbid, untuk menjaga kondisinya agar persiapan untuk haji menuju Armuzna dalam kondisi sehat," kata Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr Fitri Indahyanti, Sp P, saat ditemui wartawan Media Center Haji (MCH) di Saja by Warwick Hotel yang terletak di Al Masani District, Madinah, Ahad (26/4/2026).
Sponsored
Dengan demikian, kata Fitri, ketika saat ini para jamaah tersebut berada di Madinah tidak beraktivitas terlalu berlebihan yang menyebabkan mereka kelelahan. Harapannya, penyakit-penyakit penyerta yang mereka bawa dari tanah air tidak kambuh.
Fitri pun menyebutkan beberapa penyakit yang ditanganinya selama hari-hari pertama di Madinah. Berdasarkan hasil evaluasi tim Promosi Kesehatan (Promkes) yang dipimpinnya, berapa yang terjadi di kalangan jamaah adalah penyakit jantung dan demensia.
"Awalnya yang bersangkutan memang memiliki darah tinggi atau hipertensi. Selama ini setelah kita evaluasi ternyata terjadi kelelahan sehingga terjadi kekambuhan yang berdampak pada jantungnya," ujar Fitri.
Akibatnya, Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah harus merujuk beberapa jamaah tersebut ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi. "Karena beberapa jamaah agak susah diedukasi. Kalau sudah seperti itu dokter kloter akan berkoordinasi dengan kami dokter sektor untuk merujuk jamaah ini ke KKHI atau rumah sakit terdekat," katanya.
Ketua Sektor 2 Daerah Kerja Madinah, Iskandar Mahyudin, mengatakan pihaknya telah melaksanakan koordinasi internal baik di antara layanan Lansia dan Disabilitas serta Kesehatan dengan tusi lain seperti layanan Transportasi dan layanan Akomodasi. "Dengan sinergi yang ada kita harapkan jamaah haji di Sektor 2 Madinah ini diberi kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji dan senantiasa diberikan kekuatan," kata Iskandar.
Sejauh ini, sudah lebih dari 25 kloter jamaah haji yang sudah tiba Sektor 2 Madinah yang tersebar di 23 hotel. Jumlah jamaah di sektor ini sebanyak 8.335 orang. Sedangkan total lansia sebanyak 3.138 orang. "Sudah menjadi tugas kita untuk melakukan visitasi dan memberikan pelayanan jamaah haji agar bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan lancar di Madinah ini," kata Iskandar.
Berita Terkait
Hari Ketujuh Operasional Haji, 34.657 Jamaah Indonesia Sudah Diberangkatkan
Ihram - 7 jam yang lalu
Tangis Haru Khoirunnisa Akhirnya Bisa Sampai ke Raudhah
Ihram - 8 jam yang lalu
12.205 Orang Masuk Daftar Tunggu Jamaah Haji dari Papua Barat dan Papua Barat Daya, Terlama 22 Tahun
Ihram - 8 jam yang lalu
Kisah Tukang Es Puter Naik Haji, Meski Tabungan Mungil Tekadnya tak Pernah Ikut Mengecil
Ihram - 8 jam yang lalu
Cita Rasa Nusantara Disajikan Dapur Uhud Taiba, Obati Kerinduan Jamaah Masakan Kampung
Ihram - 23 jam yang lalu