0
News
    Update Haji
    Home Dehidrasi Featured Haji Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Jamaah Haji Diimbau Minum Air Putih Sebelum Haus agar tak Dehidrasi - Viva

    6 min read

     

    Jamaah Haji Diimbau Minum Air Putih Sebelum Haus agar tak Dehidrasi

    Kebiasaan jamaah haji Indonesia tidak mau sering-sering minum air putih

    ANTARA FOTO/Andika Wahyu Seorang haji meminum air Zamzam di salah satu titik layanan di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (15/6/2025). Proyek Raja Abdullah bin Abdulaziz untuk Distribusi Air Zamzam (The King Abdullah bin Abdulaziz Project for Zamzam Water Distribution) tersebut mampu memasok lebih dari 1,25 juta liter air Zamzam ke Masjidil Haram setiap hari.

    Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

    REPUBLIKA.CO.ID, Jamaah haji Indonesia saat di Makkah diimbau selalu minum air putih tanpa menunggu haus terlebih dahulu agar tidak dehidrasi. Hal ini penting mengingat cuaca di Tanah Suci cukup panas mencapai 36 derajat celcius.

    Kepala Seksi PKP2JH,  Lansia dan Disabilitas, Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Mayor CKM. dr Ridwan Siswanto, mengatakan, kebiasaan jamaah Indonesia tidak mau sering-sering minum air putih karena khawatir sering ke kamar mandi. Padahal bila jarang minum air putih, maka potensi mengalami dehidrasi cukup besar.

    Sponsored

    "Jamaah menurut saya itu pada ketakutan atau pada tidak mau wudhunya batal. Karena repot ya, apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, sudah di [bukit] safa, keliling, tiba-tiba kebelet, kan repot," kata Ridwan saat ditemui Tim MCH di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).

    Karena itu, kata Ridwan, banyak jamaah haji Indonesia yang menahan minum air. Namun demikian, Ridwan tetap mengimbau agar jemaah tetap harus sering-sering minum air putih agar terhindar dehidrasi.

    "Sering minum itu kan berkala, mungkin setiap 5 menit minum dua teguk, 5 menit minum dua teguk, gitu," kata Ridwan memberkati saran.

    Hal tersebut penting diingatkan, kata Ridwan, agar kecukupan cairan dalam tubuhnya itu terjaga. Karena kalau tidak terjaga, maka dehidrasi. Padahal kalau jemaah sampai dehidrasi, itu dampaknya cukup banyak, misalnya cepat letih dan kurang fokus. Akibatnya, jemaah juga tidak bisa beribadah dengan khusyuk.

    "Kemudian bisa yang terparahnya sampai heat stroke. Karena apa? Udah kita kurang minum, cuaca panas, kelelahan, nah itu semua faktor risiko," kata Ridwan.

    Apalagi ditambah yang kurang tidur, kata Ridwan. Semua ini, kata dia, adalah faktor risiko dari heat stroke. Biasanya jemaah haji Indonesia begitu sampai di Makkah atau Madinah, langsung tancap gas beribadah sehingga kurang tidur.

    "Fokusnya itu langsung ibadah. Kapan lagi?

    Saya mungkin sekali seumur hidup sampai ke Tanah Suci. Jadi fokusnya ibadah terus, digeber," kata Ridwan.

    Menurut Ridwan, tidak ada yang keliru dengan semangat jamaah haji untuk memperbanyak ibadah. Nanun demikian, menjaga kesehatan tetap harus tetap menjadi prioritas, apalagi sebelum puncak haji saat Armuzna nanti.

    Berita Terkait

    PPIH Tegaskan Masuk Raudhah tak Dipungut Biaya

    Ihram - 3 jam yang lalu

    Jalan Takdir Nur Syahbani, Gen Z Asal Cimahi yang Berhaji Gantikan Almarhum Ayah

    Bandung Raya - 5 jam yang lalu

    Rahasia Mengubah Musibah Jadi Rahmat Menurut Surat Al-Baqarah Ayat 155-157

    Kajian Alquran - 8 jam yang lalu

    Hari Ketujuh Operasional Haji, 34.657 Jamaah Indonesia Sudah Diberangkatkan

    Ihram - 13 jam yang lalu

    Tangis Haru Khoirunnisa Akhirnya Bisa Sampai ke Raudhah

    Ihram - 15 jam yang lalu

    Komentar
    Additional JS