Kemenhaj Madiun minta calon haji patuhi ketentuan barang bawaan - Antara news
Kemenhaj Madiun minta calon haji patuhi ketentuan barang bawaan
Madiun (ANTARA) -
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun, Jawa Timur, mengingatkan jamaah calon haji (JCH) menjaga kedisiplinan dan mematuhi ketentuan mengenai barang bawaan dalam pesawat untuk keselamatan penerbangan.
"Kami mengimbau para jamaah untuk mematuhi seluruh ketentuan jelang keberangkatan, terutama terkait barang bawaan dan kesiapan fisik maupun mental," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah di Madiun, Kamis.
Pihaknya menyebut persiapan telah mencapai 100 persen. Masing-masing calon haji kini tinggal menyiapkan barang bawaan, baik koper besar maupun koper kecil. Adapun koper besar dijadwalkan dikumpulkan pada Minggu (26/4) pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB.
Ia menegaskan agar jamaah tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper, seperti benda tajam serta cairan tertentu yang berpotensi mengandung gas.
"Cairan juga dibatasi maksimal 100 mililiter. Bahkan madu tidak diperbolehkan masuk ke dalam koper. Jamaah diminta benar-benar memperhatikan aturan ini agar tidak menimbulkan kendala saat pemeriksaan penerbangan," katanya.
Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk selalu membawa tas paspor. Hal ini berkaca dari pengalaman sebelumnya, dimana sejumlah jamaah kebingungan saat di bandara karena tas paspor justru dimasukkan ke dalam koper besar.
"Mohon tas paspor dipakai atau dibawa langsung. Jangan dimasukkan ke koper besar, karena akan menyulitkan saat proses pemeriksaan di bandara," kata dia.
Tak hanya soal teknis, Datik juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan diri secara mental.
Pihaknya menyarankan agar jamaah tidak terlalu kelelahan akibat aktivitas menjelang keberangkatan, seperti menghadiri terlalu banyak acara "walimatus safar".
Lebih lanjut, terdapat sejumlah perubahan aturan yang juga perlu diperhatikan jamaah. Saat memasuki Asrama Haji Surabaya, jamaah tidak diperbolehkan membawa makanan dari daerah asal guna menghindari kejadian keracunan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Selain itu, pembagian kartu nusuk kini dilakukan saat di embarkasi Surabaya. Jamaah diimbau untuk segera memfoto kartu tersebut sebagai langkah antisipasi apabila kartu hilang.
Jamaah calon haji Kota Madiun yang berangkat tahun 2026 mencapai 227 orang yang tergabung dalam kloter 22. Mereka dijadwalkan masuk Embarkasi Surabaya pada 27 April 2026.