KIsah Haru Robiatul, Doa Mendampingi Ibu ke Tanah Suci Akhirnya Terkabul - Republika
KIsah Haru Robiatul, Doa Mendampingi Ibu ke Tanah Suci Akhirnya Terkabul
Republika/Muhyiddin Calon jamaah haji asal Banten Robiatul Adawiyah (kanan) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026). Ia terharu dan tak menyangka bisa mendampingi sang ibu Sariyah (65 tahun) menunaikan ibadah haji.
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Air mata tak bisa dibendung dari wajah Robiatul Adawiyah (36 tahun), jamaah asal Banten. Di tengah hiruk pikuk keberangkatan jamaah haji di bandara, ia duduk di samping sang ibu, Sariyah (65), dengan perasaan yang sulit diungkapkan: haru, syukur, sekaligus tak percaya.
Perjalanan menuju Tanah Suci bagi mereka bukanlah kisah singkat. Ada penantian panjang selama belasan tahun yang akhirnya berbuah keberangkatan pada tahun ini.
“Ibu saya 13 tahun menunggu. Kalau saya sendiri 10 tahun karena dimajukan untuk mendampingi,” ujar Robiatul dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Republika.co.id menjelang keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026) siang.
Namun, lebih dari sekadar angka masa tunggu, kisah Robiatul adalah tentang niat yang terpatri sejak lama, yakni bisa berhaji bersama orang tua.
Ia mengaku awalnya bahkan tidak memiliki rencana untuk mendaftar haji. Semua bermula dari keinginan sederhana agar sang ibu tidak berangkat seorang diri, terlebih setelah ayahnya wafat pada 2015.
Halaman 2 / 3
“Terus 2016 saya kepikiran ibu saya, 'Ya Allah, nanti ketika berangkat ibu saya sendiri, kasih saya rezeki,'” ucap Robiatul sembari mengusap air matanya.
Ibunya pun tampak terharu mendengar cerita sang anak. Doa itu, kata dia, dijawab dengan cara yang tak disangka. Hanya berselang sepekan, Robiatul mendapatkan rezeki yang memungkinkannya mendaftar haji.
“Rezeki kan min haitsu la yahtasib, datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Setelah satu minggu saya dapat rezeki. Akhirnya saya bisa mendaftar haji sampai saya akhirnya mendampingi ibu saya,” katanya.
Sejak saat itu, perjalanan panjangnya dimulai. Dari proses pendaftaran hingga pelunasan, ia merasakan kemudahan yang menurutnya merupakan bentuk pertolongan Allah atas niat baiknya.
Kini, momen yang dulu hanya terlintas dalam doa benar-benar menjadi kenyataan.
Halaman 3 / 3
“Rasanya seperti mimpi,” ucapnya lirih.
Di tengah kebahagiaan itu, harapan sederhana pun ia panjatkan. Ia ingin ibunya tetap sehat selama menjalankan ibadah haji dan pulang dengan keberkahan.
“Semoga ibu tetap sehat, umurnya berkah, rezekinya berkah,” katanya.
Kisah Robiatul menjadi potret bagaimana niat tulus dan bakti kepada orang tua menemukan jalannya. Baginya, perjalanan haji ini bukan hanya ibadah, tetapi juga jawaban atas doa panjang yang dipanjatkan dengan penuh harap.
“Intinya, kalau kita punya niat baik, Allah kasih kemudahan,” ujarnya.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:05
01:26
Berita Terkait
Imigrasi Perketat Pengawasan untuk Cegah Praktik Haji Ilegal di Bandara
Ihram - 26 menit yang lalu
Otoritas Saudi Tangkap Fasilitator Orang Masuk Makkah tanpa Izin
Ihram - 1 jam yang lalu
Enam Kategori Diizinkan Masuk Makkah dengan Izin Absher
Ihram - 1 jam yang lalu
Jamaah Butuh Istirahat, Kemenhaj MInta Seremonial Pelepasan Jamaah Haji Dikurangi
Ihram - 2 jam yang lalu
Saudi Siapkan Denda Ratusan Juta bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Makkah dengan Visa Kunjungan
Ihram - 3 jam yang lalu