0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Spesial

    Kisah Tukang Pandai Besi Nganjuk Berangkat Haji Usai 31 Tahun Sisihkan Rp 5.000 - Kompas

    4 min read

     

    Kisah Tukang Pandai Besi Nganjuk Berangkat Haji Usai 31 Tahun Sisihkan Rp 5.000


    NGANJUK, KOMPAS.com - Seorang tukang pandai besi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rubianto Supeno (60), akhirnya mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah menabung selama puluhan tahun.

    Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom itu dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 2026 bersama sang istri, Khiriyah Al Ismini (58).

    Rubianto mengaku, keinginan untuk berhaji telah ia tanamkan sejak lama, bahkan sejak awal merintis usaha pandai besi pada 1995.

    "Keuntungan hasil penjualan saya tabung untuk berangkat haji. Saya memulai menabung sedari 1995. Di tahun yang sama, saya merintis usaha pandai besi ini," kata Rubianto, dikutip dari Tribun Jatim, Sabtu (25/4/2026).

    Keterbatasan Fisik Tak Menyurutkan Langkah Mbah Sarjo untuk Berhaji

    Baca juga: Puluhan Calon Jemaah Haji Lhokseumawe Hampir Ditipu, Modus Mempercepat Keberangkatan

    Menabung dari keuntungan kecil

    Sehari-hari, Rubianto bekerja menempa besi menjadi berbagai peralatan seperti sabit, pisau, dan sekop.

    Ia menyebut sebagian besar pesanan datang dalam jumlah borongan, bahkan bisa mencapai ratusan produk dalam sehari.

    "Selain sabit, saya juga menjual produk pisau dan sekop. Umumnya, saya mendapat pesanan borongan," ujarnya.

    Dari hasil penjualan tersebut, Rubianto memperoleh keuntungan sekitar Rp 5.000 untuk setiap produk.

    Meski terbilang kecil, keuntungan itu secara konsisten ia sisihkan selama bertahun-tahun sebagai tabungan haji.

    Baca juga: Jemaah Haji Gunungkidul Didominasi Lansia, Diimbau Aktif Olahraga Ringan

    Perjuangan 31 tahun berbuah hasil

    Ketekunan dalam menabung akhirnya membuahkan hasil. Rubianto bersama sang istri mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2012.

    Setelah menunggu antrean selama bertahun-tahun, keduanya dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 dan tergabung dalam kloter 114.

    "Saya dan istri ditetapkan berangkat haji pada 20 Mei 2026. Saya masuk atau tergabung kloter 114," pungkasnya. 

    Baca juga: Video Dihina Miftah Viral, Penjual Es Teh di Magelang Dapat Banyak Bantuan

    Sementara itu, Rubianto menjadi bagian dari ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk yang akan berangkat pada 2026.

    Berdasarkan data, jumlah jemaah haji Nganjuk tahun ini mencapai 732 orang, terdiri dari 336 laki-laki dan 395 perempuan.

    Komposisi jemaah tersebut didominasi oleh perempuan, dengan berbagai latar belakang profesi dan usia.

    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul 31 Tahun Sisihkan Keuntungan Rp5 Ribu, Tukang Pandai Besi di Nganjuk Akhirnya Bisa Naik Haji.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Perjalanan Menuju Raudhah, Tangis dan Selawat Menggema

    Komentar
    Additional JS