Layanan Khusus Jemaah Haji Lansia & Disabilitas di Bandara Madinah, Kursi Roda hingga Mobil Golf - Tribunnews
Layanan Khusus Jemaah Haji Lansia & Disabilitas di Bandara Madinah, Kursi Roda hingga Mobil Golf
Ringkasan Berita:
- Perhatian khusus ditujukan pada jemaah haji lansia dan disabilitas.
- Para jemaah 2 kategori itu akan diberikan fasilitas khusus setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
- Kursi roda hingga mobil golg disediakan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jemaah lansia dan penyandang disabilitas mendapat perhatian khusus setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan berbagai fasilitas seperti mobil golf, kursi roda, hingga payung disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan mobilitas mereka.
Baca juga: KABAR HAJI, Pagi Ini Jemaah dari Embarkasi Yogyakarta dan Jakarta Dijadwalkan Tiba di Madinah
"Keberadaan kita penting untuk jemaah haji, terutama dalam memberikan rasa aman dan tenang. Kita adalah petugas pertama yang dilihat jemaah saat tiba di bandara, sehingga harus mampu memberikan kesan terbaik," ujar Basir dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, pelayanan terhadap jemaah, terutama kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas, harus dilakukan secara cepat, tepat, dan tetap mengacu pada regulasi otoritas setempat.
Menurut Basir, fasilitas penunjang seperti mobil golf telah tersedia di terminal haji untuk membantu mobilitas jemaah.
Mobil Golf di Jalur Fast Track

Selain itu, petugas juga menyiapkan payung dan kursi roda, khususnya di area fast track yang memiliki alur layanan cepat dengan waktu terbatas.
"Mobil golf sudah tersedia di terminal haji. Untuk layanan fast track, kita membutuhkan payung dan kursi roda yang memadai agar jemaah, terutama lansia dan disabilitas, tetap terlayani dengan baik," katanya.
Ia menjelaskan, layanan fast track menjadi salah satu fokus utama karena prosesnya yang cepat namun tetap membutuhkan akurasi data tinggi dari petugas.
"Layanan di fast track sangat cepat, waktunya ketat, tetapi data harus tetap akurat. Jadi petugas dituntut memberikan layanan yang ekstra cepat dan tepat," jelasnya.
Dalam operasionalnya, penugasan petugas di bandara Madinah dibagi ke dalam empat titik utama, yakni terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero. Konsentrasi terbesar ditempatkan di area fast track.
Hal ini seiring dengan tingginya jumlah jemaah yang menggunakan layanan Mecca Route, yang mencapai sekitar 90 ribu orang dari berbagai embarkasi seperti Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.
Selain itu, Basir juga mengingatkan pentingnya koordinasi data dengan Daker Madinah, mengingat satu kelompok terbang (kloter) bisa tersebar di dua hingga tiga hotel berbeda.
Jemaah Haji Perdana Mendarat di Madinah Pagi Ini

Kedatangan perdana jemaah haji Indonesia dimulai Rabu (22/4/2026) hari ini.
Jemaah haji dari Embarkasi Jakarta dan Yogyakarta akan tiba perdana Rabu (22/4/2026) waktu Arab Saudi di bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
"Dari Yogyakarta akan tiba pukul 6.15 selanjutnya Jakarta pukul 06.50 waktu Arab Saudi," kata Tenaga Penghubung Indonesia–Arab Saudi wilayah kerja bandara, M Yusuf Bahar di area bandara, Selasa (21/4/2206).
Gelombang pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai tiba pada 22 April hingga 6 Mei 2026 di Madinah.
Kloter perdana dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede akan mendarat pukul 06.50 waktu setempat, sekaligus menjadi uji awal efektivitas sistem baru ini.
Selanjutnya, gelombang kedua akan mendarat melalui Jeddah mulai 7 hingga 21 Mei 2026, sebelum seluruh jemaah menuju puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026.