Lima Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat karena Kondisi Kesehatan hingga Hamil - Kompas
Lima Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat karena Kondisi Kesehatan hingga Hamil
YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sebanyak lima orang calon jemaah haji batal berangkat ke Tanah Suci lantaran kondisi kesehatan dan kehamilan. Para calon jemaah haji yang batal berangkat ini digantikan jemaah cadangan.
Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman, Siti Bahronah mengatakan secara kuota untuk tahun 2026 ini naik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Naik. Kita kan biasanya 1.200, kita sekarang bahkan 1.500 an," ujar Siti Bahronah di sela-sela pemberangkatan jemaah calon haji di Masjid Agung Sleman, Rabu (22/04/2026).
Baca juga: Jemaah Haji Asal Kalteng Mulai Berangkat 29 April, Melalui Embarkasi Banjarmasin
Siti menyampaikan ada sebanyak lima calon jemaah haji di Kabupaten Sleman yang batal berangkat. Para calon haji yang batal berangkat ini sudah melunasi biaya haji.
Menu Andalan untuk Jemaah Haji Indonesia, Yuk Intip di Dapur Daker Madinah!
Mereka yang batal berangkat akan digantikan oleh calon jemaah haji cadangan.
"Yang batal berangkat untuk yang sudah lunas kira-kira ada lima. Nanti cadangan masuk. Cadangan yang kemarin sudah melunasi administrasi," ungkapnya.
Dikatakan Siti, ada beberapa faktor yang menyebabkan lima calon jemaah haji tersebut batal berangkat. Faktor penyebabnya rata-rata kondisi kesehatan dan kehamilan.
"Macam-macam, tapi rata-rata kondisi kesehatan. Ada yang sepuh (sudah lanjut usia), ada yang hamil juga. Justru trimester awal, kan untuk penerbangan tidak boleh," tuturnya.
Kemenag, lanjut Siti, sudah menyiapkan skema pendamping untuk calon jemaah haji lansia. Termasuk juga untuk calon jemaah haji berkebutuhan khusus.
Baca juga: Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Disambut dengan Bunga Mawar dan Kurma
Pendamping ini berasal dari keluarga inti, seperti anak, suami atau istri dan saudara kandung.
"Itu dengan kuota-kuota khusus mengajukan, dengan syarat-syarat tertentu juga sesuai dengan undang-undang yang ada. Syaratnya untuk penggabungan ataupun pendamping lansia itu minimal sudah terdaftar lima tahun sebelum tahun keberangkatan," ucapnya.
Dikatakan Siti, pada tahun ini calon jemaah haji tertua untuk Kabupaten Sleman berusia 97 tahun. Sedangkan calon jemaah haji termuda tercatat berusia 19 tahun.
"Usia paling sepuh di Sleman itu usianya 97 tahun, beliau prioritas lansia. Mendapatkan prioritas lansia karena kan setiap tahun ada prioritas lansia 5 persen," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
WASPADA SUHU EKSTREM SAAT MUSIM HAJI! Dokter Bagikan Tips 2 Teguk 10 Menit, Apa Itu?.