Minta Jemaah Tak Risau Soal Perang Timteng, Wamenhaj: Arab Saudi Jamin Haji Lancar - SindoNews
Minta Jemaah Tak Risau Soal Perang Timteng, Wamenhaj: Arab Saudi Jamin Haji Lancar
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 17 April 2026 - 11:30 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir terhadap situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Foto/SindoNews/Yuwantoro Winduajie
JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir terhadap situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Dahnil usai memberikan arahan dan melepas keberangkatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
Danhil mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Negara tersebut juga menjamin pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan baik.
Baca juga: Lepas Keberangkatan Petugas Haji 2026, Wamenhaj: Siapkan Mental, Mayoritas Jemaah Kategori Risti
“Sampai dengan hari ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan semuanya baik-baik saja, semuanya bisa dikendalikan dan mereka menjamin proses perhajian tahun ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dahnil juga meyakini negara-negara yang tengah berkonflik memahami bahwa ibadah haji membawa pesan perdamaian bagi dunia. “Haji itu sejatinya membawa pesan perdamaian, ada pesan kesetaraan, ada pesan perlindungan terhadap perempuan, ada pesan tidak menyakiti bahkan tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak boleh disakiti. Jadi ada pesan perdamaian,” katanya.
Menurut Dahnil, para pemimpin negara yang sedang berkonflik diharapkan mampu menangkap nilai-nilai tersebut, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji.
Lihat video: Kemenhaj Setop Wacana "War Tiket", Prioritaskan Persiapan Maksimal Haji 2026
Di sisi lain, Dahnil menekankan pentingnya kesiapan petugas haji dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah. Tahun ini, pemerintah mengirim lebih dari 400 petugas yang akan diberangkatkan secara bertahap. “Mereka ini harus full melayani jemaah,” terangnya.
Dahnil mengungkapkan, tantangan pelayanan cukup besar mengingat karakteristik jemaah haji Indonesia di mana sebanyak 177 ribu jemaah dari 203 ribu jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti) karena memiliki penyakit bawaan.
Selain itu, sekitar 55.000 jemaah merupakan lulusan sekolah dasar, dan sekitar 100.000 lainnya baru pertama kali bepergian ke luar negeri maupun naik pesawat. “Jadi tentu butuh pendampingan bukan hanya secara fikih, tapi hal-hal teknis,” ucapnya.
Dahnil menambahkan, mayoritas jemaah juga berasal dari kalangan pekerja informal, seperti petani sekitar 30%, serta buruh dan karyawan biasa sekitar 25%. Kondisi ini membuat peran petugas haji menjadi krusial dalam memastikan kelancaran ibadah para jemaah.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi