Sampai ke Tanah Suci Lewat Mata Hati, Perjuangan Petani Penderita Disabilitas Netra untuk Berhaji - Republika
Sampai ke Tanah Suci Lewat Mata Hati, Perjuangan Petani Penderita Disabilitas Netra untuk Berhaji
Republika-Fernan Rahadi Sarjo Utomo

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Sarjo Utomo tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan begitu mendarat di Kota Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Sarjo, yang 20 April lalu merayakan milad ke-71, bertutur dengan sangat jelas ketika diminta menceritakan apa yang ia alami sepanjang perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport hingga mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz.
Perjalanan udara hampir 10 jam bukan waktu yang singkat bagi pria seusia Sarjo. Meski demikian, bapak dari tiga putri dan kakek dari lima cucu itu terlihat lantang ketika diajak berbincang sembari menikmati kurma.
“Aamiin, sehat. Sampun maem wonten pesawat, lawuh iwak (tadi sudah makan nasi di pesawat dengan lauk ikan-red),” tuturnya di pintu masuk penginapan Taiba Front Hotel, Madinah.
Sarjo adalah satu dari 203 ribu jamaah haji reguler musim 2026 yang telah menerima panggilan ke Tanah Suci. Pria yang tinggal di Srikaya, Sentolo, Kulonprogo ini berbeda dengan jamaah satu rombongan dalam kloter pertama YIA 1.
Suaranya lantang, pendengarannya kuat, dan ingatannya tajam. Namun ia mengalami sakit mata saat masih berusia 37 tahun. Sarjo terkena herpes di bagian mata. Ia mengaku sudah memeriksakan ke fasilitas kesehatan, hanya saja sakit tak kunjung sembuh. Dia menderita sakit pada mata kanan yang kini menular ke mata kiri.
“Waktu itu simbah (bapaknya Bapak) kena herpes di sekitar mata, dikira kelilipan terus disebul (ditiup-red). Sejak itu Bapak terkena herpes,” kata Sri Murtina (44), putri kedua Sarjo.
Sakit mata itu semakin parah. Awalnya terasa gatal, memerah, pedih, hingga fungsi penglihatan menurun. Dia sekarang tak bisa melihat sama sekali. Semula mata kanan, kini mata kiri pun tidak bisa melihat.
Meski tak bisa lagi melihat, keteguhan Sarjo tak surut dalam beribadah. Dia terus berjuang di sawah sebagai buruh tani.
Halaman 2 / 3
Penghasilan dari bertani ia sisihkan, ditabung, dan diinvestasikan membeli tanah beserta rumah. Dari ketekunan bekerja itu pula, dia mendaftar haji bersama sang istri pada 2012.
Niat berhaji bersama istri tidak kesampaian lantaran dua tahun lalu istri lebih dulu dipanggil Sang Khalik.“Ibu meninggal 2024, lalu digantikan kakak saya, tapi tidak bisa berangkat bersama. Saya yang mendaftar 2018, alhamdulillah diperbolehkan mendampingi Bapak,” ungkap Sri Murtina.
Tahun ini bapak-anak mendapat panggilan ke Tanah Suci. Untuk melunasi biaya haji, Sarjo rela menjual tanah yang ia beli pada 1990 seharga Rp 12,5 juta.
Sekarang harga tanah naik. Sarjo bisa melunasi haji, dan membayar biaya sekolah cucu yang kuliah di Jurusan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, UGM. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, dia dan keluarga sempat ragu karena kaki Sarjo kesulitan untuk berjalan jauh.
“Keraguan itu sekarang tidak ada lagi karena banyak petugas yang membantu Bapak. Kursi roda juga sudah disediakan,” ungkap Sri.
Kementerian Haji dan Umrah menekankan musim haji 2026 adalah haji ramah perempuan, lansia, dan disabilitas.
Menteri Haji dan Umrah M Irfan mengatakan kuota haji Indonesia sebanyak 221 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 persen adalah perempuan, 47.384 orang masuk kategori lansia, dan 513 disabilitas.
“Haji tahun ini harus ramah, aman, dan manusiawi untuk lansia, disabilitas, dan perempuan. Mereka harus merasa terlayani, bukan disulitkan,” kata Gus Irfan.
Halaman 3 / 3
sumber : MCH 2026
Berita Terkait
Sebanyak 25 Calon Haji Mataram Gunakan Kursi Roda, Petugas Siaga Dampingi
Ihram - 26 April 2026, 16:19
Para Penuntut Ilmu Agama dari Mesir Hingga Suriah Turut Perkuat Skuad PPIH Arab Saudi
Ihram - 26 April 2026, 13:49
Jangan Sampai Ditangkap Askar, Jamaah Haji Perhatikan Larangan Berikut Selama di Masjid Nabawi
Ihram - 26 April 2026, 12:30
Lima Tahun Perjuangan, GKR Mangkubumi Sampaikan Harapan Embarkasi Haji YIA Berlanjut Tiap Tahun
Kabar Jogja - 25 April 2026, 23:58
Yogyakarta Catat Sejarah, Embarkasi Haji Pertama Berbasis Hotel Resmi Layani Calon Jamaah
Kabar Jogja - 25 April 2026, 23:37