Terpisah Dua Hari di Madinah, Roisa Akhirnya Temui Suaminya Jauhari yang Demensia - Republika
Terpisah Dua Hari di Madinah, Roisa Akhirnya Temui Suaminya Jauhari yang Demensia

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Di salah satu bilik di kamar ICU Saudi German Hospital, Madinah, Arab Saudi, Senin (27/4/2026), Jauhari (81 tahun) terlihat kebingungan. Ia terus-menerus meneriakkan nama istrinya, Roisa.
Sekejap kemudian, dr Rizkyana, salah satu petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampinginya dari hotel tempatnya menginap, dengan sigap menghampirinya. Jamaah haji asal Brebes, Jawa Tengah, tersebut ternyata baru sadarkan diri sejak dibawa ke rumah sakit.
Untuk menenangkan Jauhari, Roisa (75 tahun) pun tak lama dibawa menemui sang suami. Melihat wanita berperawakan mungil tersebut, wajah Jauhari kembali menyunggingkan senyum. Ia memang seolah tak bisa lepas dari istrinya tersebut.
Roisa memang setia mendampingi Jauhari kemana pun sang suami pergi, termasuk saat bersama-sama menunaikan ibadah di Masjid Nabawi. Keduanya seolah tak ingin terpisah baik jarak maupun waktu.
"Kulo pingin selamet bareng, kulo pingin kaji bareng kalih Bapak (Saya ingin selamat bersama dan ingin naik haji bersama suami saya-Red)," tutur Roisa sambil terus menggenggam tangan Jauhari.
Lamat-lamat, dr Rizkyana mengingat kejadian dua hari lalu, saat Jauhari terpaksa dirujuk ke Saudi German Hospital akibat mengalami demam dan penurunan kesadaran. Berdasarkan pemeriksaan awal tim dokter, kakek asal Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi satu dari 142 lansia dari Kloter SOC-7 tersebut memang menunjukkan tanda-tanda demensia.
"Namun setelah kami observasi lagi, alhamdulillah ternyata itu hanya merupakan salah satu gangguan penyesuaian saja. Saat ini kondisinya sudah stabil dan sudah melewati fase-fase kritisnya," kata dr Rizkyana kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Karam Hotel Almasi Hotel di Saied bin Zaid Al-Quraishi Street, Madinah, Rabu (29/4/2026).
Halaman 2 / 3
Setelah ditengok oleh para petugas haji dan kawan-kawan satu kloternya, perlahan-lahan ingatan Jauhari pun membaik. Jauhari pun kini sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kami dari TKHI terus melakukan pemantauan dan visitasi karena pada usia-usia tersebut (81 tahun-Red) rawan sekali terjadi demensia,"ujar dr Rizkyana.
Kepala Bidang (Kabid) Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, mengatakan pelayanan terhadap jamaah lansia menjadi perhatian khusus agar mereka merasa nyaman, aman, dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Dijelaskannya, ada tiga layanan yang diberikan petugas kepada jemaah Landis, mulai dari pelayanan fisik, pelayanan ibadah hingga pelayanan sosial.
"Mulai dari menggantikan pampers, jika terpisah dengan rombongan kita usahakan untuk bergabung kembali ke rombongannya, bahkan dibantu juga untuk menghubungi keluarga di rumah lewat telepon petugas. Kebutuhan fisik sampai sosialnya, petugas harus siap bantu," jelas dia.
Meskipun ada petugas yang siap membantu, namun pihaknya tetap mengimbau jemaah lansia, terutama yang berusia di atas 80 tahun atau memiliki keterbatasan fisik, untuk lebih banyak beristirahat dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas berat.
“Kami mengimbau agar lansia lebih banyak beristirahat. Ibadah sunnah bisa dilakukan di tempat masing-masing, tidak harus selalu keluar hotel,” ujarnya.
Halaman 3 / 3
Untuk mendukung hal itu, PPIH juga meminta bantuan dari ketua rombongan dan regu agar ikut membantu jemaah lansia, mengingat keterbatasan jumlah petugas di lapangan.
“Kami minta kepada rombongan dan regunya untuk saling membantu, terutama bagi jemaah yang membutuhkan kursi roda. Jadi ada kerja sama antara petugas dan sesama jemaah," katanya.
Suviyanto juga mengingatkan kondisi cuaca di Kota Madinah dan Makkah saat ini cukup panas, sehingga jemaah lansia diminta menjaga stamina dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar.
"Kondisi di sini cukup panas. Kami mengimbau jemaah yang berusia di atas 60 tahun untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar, terutama untuk ibadah sunnah. Simpan tenaga untuk puncak haji nanti," katanya.
Meskipun demikian, untuk beberapa ibadah penting seperti ziarah ke Raudhah dan umrah, petugas akan tetap memberikan pendampingan khusus, termasuk layanan kursi roda dan pengawalan selama pelaksanaan ibadah.
Berita Terkait
Jelang Pergeseran ke Makkah, Jamaah Haji di Madinah Mulai Ramai Kirim Oleh-oleh Via Kargo
Ihram - 3 jam yang lalu
Arab Saudi Izinkan Warga Lokal dan Teluk Umrah Hingga 3 Mei 2026
Ihram - 3 jam yang lalu
Bus Jamaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Tujuh Orang Jamaah Luka Ringan, Seorang Dirawat
Ihram - 4 jam yang lalu
Dari Ganti Pampers Hingga Mengantar ke Raudhah, Layanan Petugas untuk Jamaah Haji Lansia
Ihram - 5 jam yang lalu
Kemenhaj: Jamaah Haji yang Ingin Sembelih Dam di Dalam Negeri Bisa Menyalurkan Lewat Laznas
Ihram - 5 jam yang lalu