0
News
    Update Haji
    Home Featured Fiqh Najis Spesial Tips & Tricks

    Cara Menyucikan Najis yang Efektif & Benar - Lirboyo

    4 min read

     

    Cara Menyucikan Najis yang Efektif & Benar

    Belum lama ini saya menyaksikan seorang takmir masjid sedang membersihkan kotoran ayam yang ada di lantai keramik masjid. Sayangnya, cara dia menyucikan najis mutawasithoh tersebut tidak tepat. Kotoran yang teronggok tadi langsung ia siram dengan berember-ember air hingga hilang. Sekilas memang tampak bersih. Namun tanpa dia sadari, sebetulnya najis dari kotoran ayam tersebut telah makin meluas. Dari sinilah saya kira, pentingnya edukasi seputar bagaimana cara menyucikan najis dengan benar.

    Najis sendiri, dalam fikih terbagi menjadi tiga macam. Mulai dari yang ringan (mukhoffafah), sedang (mutawasithoh) dan berat (mugholadzoh). Nah, dalam konteks kehidupan sehari-hari, kiranya najis mutawasithoh-lah yang paling kerap kita jumpai. Seperti halnya kisah takmir masjid di atas. Oleh karenanya, kali ini kita akan membahas cara menyucikan najis yang masuk kategori mutawasithoh.

    Baca juga: KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar

    Macam-macam Najis dari Wujudnya

    Cara untuk menyucikan najis, terutama najis yang kerap kita jumpai pada dasarnya mudah. Namun sebelum itu, ada baiknya kita mengenali pembagian najis dari sisi wujudnya.

    Najis dari sisi wujud memiliki dua pembagian

    • Pertama, adalah najis ‘ainiyah
    • Kedua, adalah najis hukmiyyah

    Lebih lanjut, dalam kitab Fath al-Qarib ada keterangan begini:

    وكيفية غسل النجاسة إن كانت مشاهدة بالعين، وهي المسماة بالعينية تكون بزوال عينها، ومحاولة زوال أوصافها من طعم أو لون أو ريح، فإن بقي طعم النجاسة ضر أو لون أو ريح، عسر زواله لم يضر، وإن كانت النجاسة غير مشاهدة، وهي المسماة بالحكمية فيكفي جري الماء على المتنجس بها، ولو مرة واحدة

    Artinya: Dan selanjutnya tata cara membasuh najis, apabila najis tersebut tampak oleh mata, dan najis seperti inilah yang bernama najis ‘ainiyah, maka cara membasuhnya adalah dengan menghilangkan bentuknya  juga sifat-sifatnya meliputi rasa, warna, atau bau. Maka jika masih tersisa rasa dari najis tersebut hukumnya masih riskan. Atau jika yang tersisa hanya warna atau bau yang memang sulit untuk hilang maka tidak berbahaya.

    Dan apabila najis tadi tidak bisa terlihat oleh mata, dan najis inilah yang disebut najis hukmiyyah, maka cukup hanya dengan mengalirkan air terhadap benda yang kena najis meskipun cuma satu kali basuhan.

    Baca juga: Keutamaan Asmaul Husna: Dzikir Seribu Manfaat

    Cara Menyucikan Lantai dari Najis

    Setelah kita mengetahui bahwa najis dari sisi bentuk terklasifikasi menjadi ‘ainiyyah (najis yang tampak oleh mata) dan najis hukmiyyah (najis yang tidak tampak oleh mata), selanjutnya kita akan memahami cara menyucikan najis yang mudah dan benar.

    Secara garis besar, cara menyucikan najis ‘ainiyyah adalah dengan membasuhnya hingga sebersih mungkin tanpa menyisakan bentuk najis. Sedangkan untuk najis maka cukup hanya dengan membasuhnya saja meski hanya sekali.

    Dengan memahami metode ini, maka cara paling efektif untuk menyucikan najis adalah dengan mengubah najis yang tadinya berstatus ‘ainiyyah menjadi najis hukmiyyah.

    Berikut adalah langkah-langkahnya:

    Baca juga: Seputar Ibadah Umrah: Definisi, Jejak Sejarah, dan Diskursus Hukum di Kalangan Ulama

    • Bersihkan najis yang teronggok memakai benda padat yang bisa menghilangkan bentuk najis, baik warna, bau ataupun rasanya. Contoh: Tisu
    • Setelah wujud najis telah benar-benar bersih, siramkan air pada tempat di mana najis tersebut berada

    Dengan cara ini, dapat dipastikan bahwa najis yang mengotori lantai telah suci tanpa perlu khawatir air genangan sisa basuhan menyebarkan najis. Sebab, air tersebut hukumnya musta’mal yang hukumnya suci namun sudah tidak menyucikan.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS