0
News
    Home Berita Featured Haji Spesial Umroh

    Haji dan Umrah di Usia Muda Kian Populer, Begini Perubahan Cara Pandang Generasi Muslim - Viva

    6 min read

     

    Haji dan Umrah di Usia Muda Kian Populer, Begini Perubahan Cara Pandang Generasi Muslim



    Ilustrasi umrah

    Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital perlahan mengubah cara generasi muda memandang kehidupan, termasuk dalam urusan spiritualitas. Jika dulu ibadah Haji identik dengan usia lanjut atau kondisi ekonomi yang sudah mapan, kini pandangan tersebut mulai bergeser di kalangan anak muda Muslim Indonesia.

    Baca Juga

    Di tengah meningkatnya penggunaan platform digital dan media sosial, generasi muda kini semakin terbuka membicarakan tujuan hidup yang bersifat personal dan spiritual. Haji dan Umrah pun mulai dipandang bukan sekadar ibadah yang dilakukan di masa tua, melainkan cita-cita hidup yang ingin diwujudkan sejak dini.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Temuan ini terlihat dari survei terhadap pengguna platform gaya hidup Muslim, Muslim Pro, di Indonesia pada April 2025. Dalam survei tersebut, sebanyak 81 persen responden memilih kemudahan perencanaan Haji, Umrah, atau Zakat sebagai fitur yang paling diinginkan dalam akun tabungan berbasis syariah.

    Baca Juga

    Di kelompok usia 23 hingga 39 tahun, permintaan terhadap fitur perencanaan religi, termasuk persiapan Haji, mencapai 66 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding kelompok usia lainnya.

    Fenomena tersebut dinilai mencerminkan perubahan budaya di kalangan generasi muda Muslim Indonesia. Di era digital, ruang daring kini tidak lagi hanya digunakan untuk hiburan atau interaksi sosial, tetapi juga menjadi tempat belajar agama, refleksi diri, hingga merencanakan tujuan hidup jangka panjang.

    Baca Juga

    Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221,5 juta orang pada 2024 atau sekitar 79,5 persen dari total populasi nasional.

    Perubahan pola hidup digital itu ikut memengaruhi cara generasi muda memaknai kesuksesan. Jika generasi sebelumnya lebih banyak mengaitkan pencapaian hidup dengan kepemilikan aset, karier, atau keluarga, sebagian anak muda saat ini justru semakin menghargai pengalaman yang memiliki nilai emosional dan spiritual.

    Bagi sebagian generasi muda Muslim Indonesia, Haji dan Umrah tidak lagi dipandang sebagai tujuan “nanti saat sudah mapan”, melainkan bagian dari cita-cita hidup yang ingin mulai diwujudkan sejak dini. “Kami melihat adanya perubahan perilaku yang signifikan,” ujar Group Managing Director dan CEO Muslim Pro Nafees Khundker, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 20 Mei 2026.

    “Anak muda Muslim saat ini jauh lebih terbuka dalam membicarakan aspirasi spiritual mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Keinginan untuk menunaikan ibadah Haji atau Umrah di usia muda kini semakin dipandang sebagai bagian dari tujuan hidup personal,” ungkapnya. 

    Tren tersebut juga disebut sejalan dengan perkembangan ekonomi Islam global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25, sektor perjalanan ramah Muslim menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam ekonomi Islam dunia dengan proyeksi CAGR sebesar 12,1 persen dan nilai pasar mencapai US$384 miliar pada 2028.

    Laporan yang sama menempatkan Indonesia di peringkat ketiga global dalam indikator ekonomi Islam secara keseluruhan, serta peringkat kedua global untuk sektor pariwisata ramah Muslim.

    Meski minat terhadap Haji dan Umrah meningkat, tantangan finansial masih menjadi hambatan utama. Survei tersebut menemukan sebanyak 65 persen responden mengaku jarang atau bahkan tidak pernah menyisihkan dana khusus untuk Haji. Persentase yang sama juga ditemukan pada tabungan Umrah.

    Di kelompok pengguna berpenghasilan rendah hingga menengah, angka tersebut meningkat menjadi 62 hingga 72 persen. Sementara itu, sebanyak 83 persen responden yang merasa kesulitan menabung menyebut keterbatasan finansial dan ketidakstabilan pendapatan sebagai tantangan utama.

    Temuan ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan terletak pada niat untuk beribadah, melainkan belum adanya sistem atau kebiasaan finansial yang membuat target tersebut terasa realistis untuk diwujudkan secara konsisten.

    Kondisi tersebut juga diperumit dengan panjangnya masa tunggu Haji di Indonesia. Data Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan masa tunggu Haji di sejumlah provinsi kini mencapai belasan hingga puluhan tahun sehingga membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang sejak dini.

    "Tantangannya bukan pada niatnya," kata Nafees. "Niat itu sudah ada. Yang sering kali belum dimiliki adalah sistem yang membantu niat tersebut berubah menjadi langkah nyata yang konsisten, dimulai dari hari ini, bukan menunggu masa depan yang belum pasti."

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Melihat kondisi tersebut, Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia menghadirkan layanan keuangan digital bernama Amanah Pro yang dirancang untuk membantu pengguna menabung secara bertahap untuk persiapan Haji dan Umrah.

    “Kami percaya hal terpenting adalah menjaga agar niat itu tetap hidup, sekaligus membuatnya terasa realistis untuk diwujudkan,” tukasnya.

    Ilustrasi olahraga Footgolf

    Kenalan dengan Footgolf, Tren Olahraga Hybrid untuk Bantu Bakar Kalori

    Footgolf mulai dilirik anak muda sebagai olahraga hybrid yang memadukan sepak bola dan golf. Simak cara bermain hingga tren active lifestyle terbaru. Baca di sini

    img_title

    VIVA.co.id

    21 Mei 2026

    Komentar
    Additional JS