0
News
    Update Haji
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Spesial

    Khutbah Jumat: Mari Mendidik Anak dengan Baik - Lirboyo

    8 min read

     

    Khutbah Jumat: Mari Mendidik Anak dengan Baik


    اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْأَمَانِ، وَوَهَبَ لَنَا الذُّرِّيَّةَ لِتَكُوْنَ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا فِيْ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الدَّاعِيْ إِلَى طَاعَةِ اللهِ وَصَلَاحِ الْأَبْنَاءِ.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

    أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

    قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah!

    Ketahuilah, nikmat terbesar yang kita miliki bukanlah harta, jabatan, atau kekuasaan, melainkan nikmat iman juga nikmat keamanan yang menyertainya. Seorang hamba yang Allah anugerahi Iman, keamanan, kesehatan, dan rezeki yang lapang, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan sendi-sendi kenikmatan hidup.

    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ * الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

    Kenikmatan ini—keamanan, rezeki, dan kesehatan—terikat erat dengan Iman dan hidayah. Allah telah menegaskan dalam QS. Al-An’am: 82:

    الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

    Baca juga: Khutbah Jumat: Intropeksi Bagi Para Suami

    Wahai hamba Allah yang sama-sama mulia!

    Kita hidup di bawah naungan nikmat ini. Namun, seiring dengan tersebarnya media dan terbukanya pintu komunikasi dengan dunia luar beserta segala penyakit dan kerusakan di dalamnya telah terjadi perubahan yang tidak terpuji dalam masyarakat kita. Kita melihat benih-benih penyimpangan tumbuh di antara generasi muda.

    Di sinilah letak renungan kita yang paling penting: Anak-anak kita terlahir dalam keadaan fitrah yang suci, layaknya lembaran putih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan melainkan di atas fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tidakkah kita perhatikan hari ini, munculnya generasi yang:

    Pertama, bukan lagi menjadikan shalat sebagai hal yang perlu mereka jaga.

    Kedua, tidak menghormati yang lebih tua.

    Ketiga, hanya berputar pada syahwat dan kenikmatan sesaat.

    Di manakah mereka tumbuh? Bukankah di rumah-rumah kita? Bukankah mereka adalah anak-anak yang kita lahirkan? Lalu, apa rahasianya sehingga kondisi mereka tidak lagi menyenangkan Allah?

    Jawabannya terletak pada sumber-sumber penerimaan (media dan lingkungan) dan pengawasan (tarbiyah).

    Pertama, Peran Ayah dalam Menciptakan Lingkungan Saleh

    Bapak-bapak yang insyaallah dalam rahmat Allah SWT.! Dahulu, anak tumbuh sesuai dengan apa yang diajarkan ayahnya. Hari ini, anak tumbuh sesuai dengan lingkungan yang disiapkan oleh ayahnya.

    • Ayah yang saleh, Ia akan menyiapkan lingkungan yang bersih, memperdengarkan Al-Qur’an, mempertemukan anak dengan orang-orang saleh, dan memastikan mata serta telinga anaknya hanya menerima kebaikan. Hasilnya, insya Allah, adalah kebaikan bagi dirinya dan masyarakatnya.
    • Ayah yang lalai: Ia menyiapkan lingkungan yang kotor dan busuk, membiarkan majalah, game yang merusak, dan saluran-saluran keburukan masuk ke rumah. Ia lalai mengawasi dan menyerahkan anaknya kepada teman-teman yang rusak.

    Sangatlah buruk nasib anak itu! Dan sungguh celaka bagi kita selaku ayah!

    Kedua, jangan sampai melalaikan pendidikan anak!

    Ketahuilah, melalaikan pendidikan anak adalah bentuk pengkhianatan yang besar terhadap amanah. Allah menganugerahkan anak dalam keadaan suci, namun kita melemparkan lembaran putih itu ke dalam ‘tempat sampah’ kehidupan, gagal menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, gagal mengajaknya shalat, dan gagal mencegahnya dari maksiat.

    Anak-anak kita adalah ‘rakyat’ kita yang paling utama! Menjaga fitrah mereka adalah tugas utama dan amanah terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Ketaatan kepada Orang Tua

    Ketiga, Jauhi Sumber Kerusakan, Selamatkan Keluarga Kita!

    Marilah kita bertakwa kepada Allah! Pengaruh orang tua terhadap pertumbuhan anak sangatlah besar. Kitalah yang mengarahkan mereka kepada kebaikan, atau sebaliknya, mengantar mereka kepada kesesatan.

    Maka, renungkanlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ * وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

    Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang tua yang lulus dalam ujian ini.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

    Baca juga: Khutbah: Memahami Cara Bercanda Nabi Muhammad

    Khutbah II

    اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ إِلَى يَوْمِ الْقَرَارِ.

    أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.

    Agama kita adalah harta yang paling berharga. Ketaatan kepada Rabb kita adalah kekayaan yang paling mulia. Barangsiapa yang telah merasakan manisnya Iman, maka tidak mungkin ia akan bersikap acuh tak acuh ketika melihat Iman mulai melemah pada diri anak-anaknya.

    Dari mimbar yang mulia ini, kami menyerukan kepada kalian semua dan khususnya kepada saya sendiri untuk senantiasa:

    1. Bertakwalah kepada Allah dalam urusan anak-anak kita.
    2. Singkirkan perangkat-perangkat kebatilan (media dan saluran merusak) dari rumah kita.
    3. Jauhkan anak-anak kita dari teman-teman yang buruk dan perkumpulan maksiat.
    4. Arahkan mereka kepada ahli kebaikan dan lembaga-lembaga atau perkumpulan-perkumpulan yang baik.

    Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.

    اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

    عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

     فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS