0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Spesial

    Khutbah Jumat: Menjaga Kehormatan di Tengah Bebasnya Pergaulan - NU Online

    8 min read

     

    Khutbah Jumat: Menjaga Kehormatan di Tengah Bebasnya Pergaulan

    Ilustrasi muslim dan muslimah. Sumber: Canva/NU Online

    Salah satu prinsip yang dijunjung Islam untuk menjaga kehormatan manusia adalah membatasi pergaulan dengan lawan jenis yang tidak terikat hubungan mahram maupun pernikahan. Dasar ini merupakan bagian dari tujuan syariat Islam, yakni hifzul 'ird, atau menjaga kehormatan diri.

    Khutbah Jumat berikut mengangkat tema: "Menjaga Kehormatan di Tengah Bebasnya Pergaulan." Untuk mencetak naskah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di bagian atas atau bawah artikel (khusus tampilan desktop). Semoga bermanfaat.

    Khutbah I

    الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَالْعَفَافِ وَالْإِسْتِقَامَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْإِرْتِكَابِ الْفَوَاحِشِ وَالْمُنْكَرِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Sebagai pembuka khutbah Jumat kali ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah yang telah melimpahkan begitu banyak kenikmatan kepada kita semua.

    Shalawat serta salam, marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan para sahabatnya, dan semoga limpahan rahmat itu sampai pula kepada kita selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal 'alamin.

    Khatib pun mengajak jamaah sekalian, sekaligus mengingatkan diri sendiri, agar kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah, yaitu dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

    Allah Taala berfirman:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (Qs. Ali-Imran: 102).

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia. Hal ini terbukti dari salah satu tujuan syariat Islam, yang dikenal dengan istilah maqashid syariah, yaitu hifzul 'ird atau menjaga kehormatan. Dari prinsip inilah kemudian lahir berbagai hukum yang mengatur baik laki-laki maupun perempuan agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya sebagai manusia.

    Oleh karena itu, Islam mengatur dengan sangat ketat hubungan antara lawan jenis. Terlebih di zaman seperti sekarang, di mana nilai dan moral terus mengalami pergeseran. Laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki ikatan mahram maupun pernikahan kini begitu mudah berinteraksi, baik melalui dunia maya maupun dunia nyata.

    Contoh nyatanya bisa kita lihat di lingkungan kerja, perkantoran, bahkan di dunia pendidikan. Interaksi antara lawan jenis yang tidak terkendali telah menjadi kekhawatiran serius, karena tidak ada batasan yang jelas di dalamnya.

    Belum lagi kini marak bermunculan aplikasi kencan atau dating yang mempertemukan laki-laki dan perempuan melalui dunia maya. Semua itu sesungguhnya merupakan pintu-pintu yang membuka jalan menuju perzinaan, yang pada akhirnya merusak kehormatan manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32:

    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

    Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk”. (Qs. Al-Isra: 32)

    Pada ayat tersebut, Allah tidak berfirman "janganlah kalian berzina", melainkan melarang untuk bahkan mendekati perzinahan. Ini menunjukkan betapa tegasnya larangan Allah dalam perkara zina. Larangan ini juga menjadi pengajaran agar kita senantiasa berhati-hati dan tidak sampai terjerumus ke dalam keburukan zina.

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Dalam Tafsir At-Tahrir wat Tanwir, juz 15, halaman 90, Ibnu Asyur menjelaskan bahwa Islam begitu keras menjaga umatnya dari perzinaan karena zina membawa banyak dampak negatif. Salah satu dampak yang paling serius adalah tersia-sianya nasab dan keturunan yang lahir dari hubungan tersebut. Ibnu Asyur berkata:

    وَعِنَايَةُ الْإِسْلَامِ بِتَحْرِيمِ الزِّنَى لِأَنَّ فِيهِ إِضَاعَةَ النَّسَبِ وَتَعْرِيضَ النَّسْلِ لِلْإِهْمَالِ إِنْ كَانَ الزِّنَى بِغَيْرِ مُتَزَوِّجَةٍ وَهُوَ خَلَلٌ عَظِيمٌ فِي الْمُجْتَمَعِ

    Artinya: “Perhatian Islam terhadap pengharaman zina adalah karena perbuatan ini mengakibatkan hilangnya nasab dan terlantarnya keturunan yang lahir akibat hubungan intim ilegal, apabila zina itu dilakukan dengan perempuan yang tidak bersuami. Hal ini merupakan kerusakan yang sangat besar dalam tatanan masyarakat”.

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Semua ketentuan syariat dalam Islam bukan bermaksud mengekang atau membatasi kita dalam bergaul dan berinteraksi. Termasuk dalam hal hubungan dengan lawan jenis yang tidak terikat mahram maupun pernikahan. Sebab interaksi yang tidak terkendali dengan lawan jenis merupakan pintu yang bisa mengantarkan seseorang menuju perzinaan.

    Salah satu adab yang diajarkan Allah terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan adalah menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Allah berfirman:

    قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ

    Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30-31)

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Ayat di atas merupakan perintah Allah kepada umat Islam untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Yang dimaksud menjaga pandangan di sini adalah tidak memandang lawan jenis tanpa ada keperluan yang jelas.

    Namun, apabila terdapat kebutuhan, misalnya untuk keperluan transaksi, pengobatan, atau hal-hal lain yang memang diperlukan, maka hal itu diperbolehkan. Hanya saja, tetap sebatas memenuhi kebutuhan tersebut, tidak lebih.

    Sebagaimana yang disampaikan Syekh Muhammad bin Qosim Al-Ghazi dalam kitabnya Fathul Qorib al-Mujib halaman 225:

    أَحَدُهَا نَظَرُهُ وَلَوْ كَانَ شَيْخًا هَرَمًا عَاجِزًا عَنِ الْوَطْءِ (إِلَى أَجْنَبِيَّةٍ لِغَيْرِ حَاجَةٍ) إِلَى نَظَرِهَا (فَغَيْرُ جَائِزٍ)؛ فَإِنْ كَانَ النَّظَرُ لِحَاجَةٍ كَشَهَادَةٍ عَلَيْهَا جَازَ

    Artinya: "Tidak diperbolehkan bagi seorang laki-laki, meskipun ia sudah tua renta dan tidak lagi mampu berhubungan suami-istri, untuk memandang perempuan ajnabi, yaitu perempuan yang bukan mahram dan tidak terikat pernikahan dengannya, tanpa ada keperluan. Namun, apabila ada keperluan, seperti menjadi saksi atasnya, maka hal itu diperbolehkan."

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Di dunia kerja, baik di lingkungan industri, perkantoran, maupun sejenisnya, interaksi antara lawan jenis sudah menjadi bagian dari keseharian. Begitu pula di dunia pendidikan, pergaulan antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan telah menjadi hal yang dianggap lumrah.

    Dalam situasi seperti ini, Islam hadir memberikan panduan dan adab dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan, sebagai rem agar kita tidak terjerumus ke dalam keburukan zina. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dari setiap individu untuk menerapkan batasan dalam bergaul dengan lawan jenis, sesuai dengan norma yang telah Islam ajarkan.

    Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

    Adapun bagi dunia pendidikan, para guru, lembaga pendidikan, serta orang tua di rumah, pendidikan tentang batasan pergaulan dapat menjadi bagian dari solusi, agar anak-anak dapat memahami dan menerapkan batasan tersebut sejak dini.

    Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita jaga diri dan keluarga kita agar tidak terjerumus ke dalam keburukan zina, dengan mengajarkan sejak dini kepada mereka tentang batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari dosa perzinahan. Aamiin ya Rabbal Alamin.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

    Khutbah II

    الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَ عِبَادَهُ بِالْخَيْرِ وَحَذَّرَهُمْ مِنَ الشَّرِّ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالزَّلَّاتِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَمَلٍ لَا يُرْضِيْهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

    Alwi Jamalulel UbabPenulis Tinggal di Indramayu

    Komentar
    Additional JS