Kisah Nenek Jumaria Jemaah Haji Asal Maros Menggetarkan Dunia: Siapa yang Akan Melepasku? - Fajar
Kisah Nenek Jumaria Jemaah Haji Asal Maros Menggetarkan Dunia: Siapa yang Akan Melepasku?
FAJAR.CO.ID, MAROS -- Kisah seorang nenek dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bernama Jumaria yang mendidikasikan dirinya untuk menunaikan ibadah haji, Rukun Islam kelima, sukses menggetarkan dunia.
Kisah ini viral di media sosial, menjadikannya ikon internasional dalam Liputan Haji Global tahun 2026/1447H.
Jumaria berangkat dari ekonomi sederhana. Usianya 70 tahun. Ia hidup sebatang kara seorang diri. Suaminya telah wafat beberapa tahun silam. Sehari-harinya ia berprofesi sebagai buruh tani. Namun di tengah keterbatasan itu dalam setiap doanya selalu terpatri harapan kuat: menjadi tamu Allah di Makkah.
Sebagai buruh tani, Jumaria selama ini diupah Rp200 ribu. Setiap mendapat upah, selalu disisihkan untuk ditabung demi berangkat haji.
“Itu kalau dikasih Rp200 ribu, saya simpan Rp100 ribu. Rp100 ribunya lagi saya belanja untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Jumaria dengan suara lirih, dikutip dari video dokumentasi Makkah Route, Rabu (6/5/2026).
Jumaria sadar, nominal yang dia tabung tidak besar.
“Sedikit-sedikit,” katanya terisak.
Makkah Route atau Mecca Route merupakan program layanan kerja sama Pemerintah RI dengan Arab Saudi untuk memudahkan proses keimigrasian jemaah haji.
Ia tinggal di sebuah rumah sangat sederhana. Setiap jam 3 pagi ia telah terbangun dari kasur lusuh untuk memulai aktivitas. Setelah salat Tahajjud, ia kemudian menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri. Saat fajar menyingsing, ia telah turun ke sawah.
Tuhan pun akhirnya menjawab doa sang ibu renta. Sebuah kalimat yang membuat dunia menangis saat ia mengatakan: "siapa yang akan melepas kepergianku ke tanah suci?".
Namun kesendirian itu seketika lenyap ketika para petugas haji dan masyarakat menyambutnya dengan hangat menggantikan peran keluarga yang tak lagi ada di sisinya.
Jumaria tergabung dengan rombongan jemaah haji kloter 14 Kabupaten Maros tahun 2026. Dia masuk Asrama Haji Sudiang, Makassar pada 30 April 2026.
Keberangkatannya pada 1 Mei 2026 dini hari melalui layanan Makkah Route, sebuah inisiatif dari pemerintah Arab Saudi yang memberikan kemudahan bagi jemaah, khususnya lansia. (Arya/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: