Mbah Taruno, Sang Abdi Dalem: Memeluk Harapan Mabrur di Makkah - Tirto
tirto.id - Taruno Tanoyo melempar senyum saat kami menemuinya di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, di sektor 7 wilayah Misfalah, Makkah. Pria kelahiran 8 Desember 1941 itu tampak semringah. Tak ada tanda-tanda kelelahan di wajahnya meski baru saja melakukan perjalanan panjang dari Madinah ke Makkah yang memakan waktu sekitar 7 jam.
Saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Mbah Taruno sedang memakai kain ihram. Ia dan rombongan dari kloter 1 Embarkasi YIA sedang menunggu jadwal untuk umrah wajib yang dijadwalkan dilaksanakan Kamis (30/4/2026) malam pukul 22.00 waktu Arab Saudi.
Mbah Taruno berangkat haji bersama Sumarni, istrinya. Ia mengaku bahagia karena bisa menunaikan rukun Islam kelima. Harapan Mbah Taruno dan istrinya cukup sederhana: bisa masuk surga serta hajinya mabrur.
Saat ditanya mau berdoa apa di Tanah Haram ini, keduanya kompak menjawab "diberikan kesehatan" agar proses ibadah hajinya lancar, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga:
"Semoga diparingi kesehatan," kata Mbah Taruno saat ditemui di hotelnya.
Menjual Ternak Demi ke Baitullah
Naik haji ke baitullah dan sowan Rasulullah menjadi harapan semua orang, tak terkecuali Mbah Taruno dan Sumarni. Ia rela menjual seluruh ternaknya demi mengobati rindu salat di Masjidil Haram.
Uang hasil jual ternak tersebut dia gunakan untuk pelunasan. Sementara setoran hajinya, ia menabung selama puluhan tahun dari bekerja sebagai abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta.

Mbah Taruno mulai bekerja sebagai abdi dalem sejak 1965. Saat itu, usia Mbah Taruno masih sangat muda, yaitu 24 tahun. Meski bayarannya tidak besar, tapi ia bisa sisihkan untuk ditabung.
"Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan," kata Mbah Taruno bercerita.
Sejalan dengan perjalanan usia, Taruno terdorong niat untuk mendaftarkan haji dari Kulonprogo, tempat tinggal dari lahir hingga sekarang.
Dia pernah pergi umrah pada 2018. Sepulang dari umrah, dia berniat untuk pergi haji. "Alhamdulillah masih ada sisa uang untuk mendaftarkan haji, sehingga kami mendaftarkan berdua dengan istri," kata Taruno.
Tahun ini, ia berangkat haji dari kelompok terbang (kloter) 1 dari Embarkasi Yogyakarta atau YIA. Mbah Taruno berserta rombongan tiba di Makkah pada Kamis (30/4/2026) setelah berada di Madinah sejak 22 April lalu.

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama