0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Muharram Spesial

    Khutbah Jumat Perihal Bulan Muharam - Lirboyo

    5 min read

     


    Khutbah Pertama

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Memetik Ranumnya Buah Ketakwaan

    Jamaah Jumat Rahimakumullah

    Seringkali, di dalam benak kita muncul sebuah rasa lelah. Lelah terhadap rutinitas. Lelah menghadapi target-target keduniawian yang tak kunjung usai, hingga tanpa sadar baterai spiritual kita perlahan-lahan mulai melemah dan meredup. Kita merasa gersang, seolah hidup ini mengalir begitu saja, dari satu tanggal ke tanggal berikutnya, dari satu bulan ke bulan selanjutnya.

    Namun ketahuilah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segala kelembutan-Nya tidak pernah membiarkan hamba-Nya larut dalam kegersangan itu. Di dalam siklus waktu yang diciptakan-Nya, Allah menyelipkan momentum-momentum emas sebagai stasiun pengisian ulang (recharging spiritual) bagi jiwa kita. Dan bulan ini, kita berada di gerbang salah satu waktu terindah itu. Bulan Muharram, awal dari lembaran Kalender Hijriah.

    Bulan Muharram bukanlah bulan biasa. Jika Rasulullah memiliki kedudukan tertinggi di antara para nabi, dan hari Jumat adalah sayyidul ayyam (pemimpin hari), maka Muharram memiliki sebuah kehormatan yang agung. Ia adalah salah satu dari empat Asyhurul Hurum—bulan-bulan suci yang sangat dimuliakan Allah, berdampingan dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Saking mulianya, bulan ini menyandang gelar yang sangat istimewa, yaitu Syahrullah, bulannya Allah.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Mereka yang Mendapat Predikat Haji Mabrur

    Jamaah Jumat Rahimakumullah

    Jika kita menengok lembaran sejarah, penetapan Muharram sebagai awal tahun baru Islam oleh sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bukanlah sebuah kebetulan tanpa makna. Beliau melihat bahwa bulan ini menyimpan begitu banyak ibrah (pelajaran), mukjizat, dan rahasia pengampunan yang sangat luas.

    Di bulan inilah taubat Nabi Adam Alaihissalam diterima dengan penuh kehangatan setelah penantian panjang. Di bulan ini pula, Nabi Yunus selamat dari kegelapan perut ikan besar, dan Nabi Ibrahim keluar dengan selamat dari kobaran api yang menyala-nyala. Lebih dari itu, Muharram adalah momentum di mana cahaya Islam mulai bersemi dengan megah melalui peristiwa hijrahnya Rasulullah ﷺ demi menyelamatkan dakwah dari intimidasi kaum kafir Quraisy.

    Kisah-kisah heroik ini seolah berbisik kepada hati kita yang sedang penat: “Jika para nabi terdahulu memiliki titik kembali setelah ujian yang begitu hebat, maka bulan Muharram ini adalah titik kembali bagimu untuk merajut ulang hubunganmu dengan Allah.”

    Betapa meruginya kita, jika bulan yang agung ini datang dan pergi begitu saja. Kita seperti musafir yang menemukan oase jernih di tengah padang pasir, namun memilih melewatinya begitu saja dalam keadaan dahaga yang mencekik.

    بَارَكَ اللهُ ِليْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

    Baca juga: Khutbah: Keistimewaan Hari Jumat

    Khutbah Kedua

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

    Jamaah Jumat Rahimakumullah

    Sebagai penutup dari khutbah yang singkat ini, mari kita bersama-sama meluruskan kembali niat di lubuk hati yang paling dalam. Datangnya bulan Muharram bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah seruan untuk berhijrah dari kelalaian menuju ketaatan, dari keputusasaan menuju harapan yang baru.

    Agar keistimewaan bulan Allah ini benar-benar membawa ketenteraman nyata dalam jiwa kita, mari kita berkomitmen untuk menghidupkan tiga amalan praktis dan indah berikut ini:

    Pertama, manfaatkan momentum awal tahun ini untuk memanjatkan doa, berbenah diri, menata ulang visi spiritual kita, serta memohon ampunan agar langkah kaki kita ke depan selalu dilindungi dari kemaksiatan.

    Kedua, jangan lewatkan kesempatan emas untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa Asyuro dapat menghapuskan dosa-dosa kita di tahun yang lalu. Sungguh sebuah obral ampunan yang teramat sayang untuk dilewatkan.

    Ketiga, sesuai dengan tradisi indah yang mengakar di negeri kita, jadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperluas empati dengan menyantuni dan membahagiakan anak-anak yatim. Biarkan mereka merasakan kehangatan dan keberkahan Muharram melalui uluran tangan kita.

    Mari kita jadikan bulan Muharram ini sebagai titik balik kehidupan kita.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ. رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَذُرِّيَّاتِna قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنا لِلْمُتَّقِينَ إِمامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

    عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS