0
News
    Home Amalan Berita Featured Hari Asyura Spesial

    Tiga Amalan Utama dan Kumpulan Peristiwa di Hari Asyura - Lirboyo

    5 min read

     

    Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Di antara hari yang paling istimewa pada bulan ini adalah tanggal 10 Muharram yang terkenal dengan sebutan Hari Asyura. Sejak masa Rasulullah saw, hari Asyura telah mendapatkan perhatian khusus karena mengandung banyak keutamaan dan menjadi momentum berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi.

    Karena kemuliaannya, maka umat Islam hendaknya memperbanyak amal saleh pada hari tersebut. Mulai dari berpuasa, berbagi kebahagiaan kepada keluarga, menyantuni anak yatim, hingga memperbanyak ibadah dan dzikir.

    Lantas, apa saja amalan dan keutamaan di Hari Asyura?

    Baca juga: Keutamaan Akhlak dalam Islam dan Dalilnya

    Keutamaan Hari Asyura

    Hari Asyura memiliki kedudukan istimewa di kalangan umat Islam. Selain menjadi hari untuk melakukan puasa, berbagai literatur klasik juga menyebut sejumlah peristiwa besar yang terjadi pada tanggal tersebut.

    Karena itu, para ulama memandang Hari Asyura sebagai momentum untuk memperbanyak ketaatan, memperkuat kepedulian sosial, serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.

    Puasa Asyura, Amalan Utama pada 10 Muharram

    Amalan yang paling masyhur pada Hari Asyura adalah melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram.

    Selain itu, Rasulullah saw. juga menjelaskan keutamaan puasa Hari Asyuro dalam hadits riwayat Imam Muslim:

    صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

    “Adapun puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim)

    Baca juga: Meminta Doa kepada Orang yang Baru Pulang Haji

    Anjuran Puasa Tasu’a

    Meskipun puasa tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan tersendiri, Rasulullah saw. juga menganjurkan umatnya berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Hari Tasu’a.

    Hal ini berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas RA:

    فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

    “Jika masih ada tahun depan, insya Allah kami akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR Muslim)

    Anjuran tersebut bertujuan agar kaum Muslimin tidak menyerupai tradisi puasa orang Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

    Karena itu, bentuk yang paling utama ialah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus.

    Menyayangi dan Mengusap Kepala Anak Yatim

    Hari Asyura juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim.

    Hal ini senada dengan sebuah hadis dalam kitab Faydl al-Qadir:

    أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ ارْحَمِ الْيَتِيمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ

    “Apakah engkau ingin hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu. Niscaya hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi.”

    Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak sedekah, santunan, dan perhatian kepada anak yatim pada Hari Asyura.

    Baca juga: Doa Masuk Pasar: Keutamaan dan Hikmah Berzikir di Tengah Sibuknya Dunia

    Melapangkan Nafkah untuk Keluarga

    Amalan lain yang sering para ulama anjurkan pada Hari Asyura adalah memberikan kelapangan rezeki kepada keluarga.

    Dalam kitab I’anah at-Thalibin terdapat sebuah hadis dalam satu keterangan yang mengatakan:

    مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

    “Barang siapa melapangkan nafkah kepada keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” (HR Ath-Thabarani, Al-Baihaqi, dan lainnya)

    Melapangkan nafkah tidak harus dengan sesuatu yang mewah. Sebaliknya, seorang Muslim cukup memberikan kebahagiaan yang lebih baik daripada hari-hari biasanya sesuai kemampuan masing-masing.

    Karena itu, Hari Asyura juga menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah Swt. berikan.

    Peristiwa Penting yang Terjadi pada Hari Asyura

    Selain sarat akan berbagai keutamaan berbagai amalan, sejumlah kitab klasik juga menyebut berbagai peristiwa besar yang terjadi pada Hari Asyura.

    Dalam kitab Tanbih al-Ghafilin terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa hari Asyura menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah penciptaan dan perjalanan para nabi. Pada hari ini Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi, gunung-gunung dan lautan, serta menciptakan surga, Lauh, dan Qalam. Pada hari itu pula Allah menciptakan Nabi Adam dan Hawa, memasukkan keduanya ke dalam surga, serta menerima tobat Nabi Adam. Selain itu, hari Asyura juga dikaitkan dengan kelahiran Nabi Ibrahim a.s., keselamatan beliau dari kobaran api, perintah untuk menyembelih putranya, serta penebusan putra beliau oleh Allah. Tidak hanya itu, Nabi Isa a.s. juga dilahirkan pada hari Asyura, dan pada hari yang sama Allah mengangkat beliau ke hadirat-Nya. Dengan demikian, hari Asyura memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan dengan berbagai peristiwa agung yang menunjukkan kekuasaan, rahmat, dan pertolongan Allah kepada para hamba-Nya.

    Menyambut Hari Asyura dengan Amal Saleh

    Kemuliaan Hari Asyura hendaknya tidak hanya kita ketahui saja, tetapi juga diisi dengan berbagai amal kebaikan. Puasa sunnah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, menyantuni anak yatim, serta membahagiakan keluarga merupakan beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan hari tersebut.

    Selain itu, Hari Asyura juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus meneladani kesabaran para nabi yang mendapatkan pertolongan-Nya.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS