170.700 Jemaah Haji 2026 Masuk Kategori Risiko Tinggi, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan - Tribunnews
Sebanyak 170.700 jemaah haji 2026 masuk kategori risiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, dan terdapat 275 pengguna kursi roda.
Tayang:
Center Haji 2026/Sri Juliati
JEMAAH RISIKO TINGGI - Pemerintah akan melakukan peningkatan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir jemaah berisiko tinggi. Pada musim haji 2026, sebanyak 170.700 jemaah masuk kategori risiko tinggi. Foto ribuan jemaah haji memadati area Mataf untuk melakukan tawaf atau mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, Senin (8/6/2026).
Ringkasan Berita:
- Penyelenggaraan haji tahun ini jumlah jemaah lanjut usia atau di atas 65 tahun sebanyak 44.247 jemaah.
- Sebanyak 170.700 jemaah haji 2026 masuk kategori risiko tinggi.
- Terkait hal itu pemerintah akan meningkatkan layanan kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah pada 4 sampai 6 Juli 2026.
Rapat itu untuk menyempurnakan kebijakan, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan penyusunan langkah strategis dalam penyelenggaraan haji ke depan.
Baca juga: Kemenhaj Ajukan Permohonan Persetujuan DPR untuk Pencairan Uang Muka Haji 2027 Rp 4 Triliun
Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana mengatakan tahun ini, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler atau 92 persen dan 17.680 jemaah haji khusus.
"Secara persentase, jemaah haji khusus ini ada 8 persen," katanya dalam konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini jumlah jemaah lanjut usia atau di atas 65 tahun sebanyak 44.247 jemaah.
Lalu 170.700 jemaah masuk kategori risiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, dan terdapat 275 pengguna kursi roda.
Kategori risiko tinggi yakni jemaah yang secara kondisi kesehatan memiliki potensi mengalami sakit atau gangguan medis yang fatal selama menjalankan ibadah haji.
"Terkait dengan profil jemaah haji, dapat kami sampaikan komposisi jemaah menunjukkan perlunya penguatan layanan kesehatan dan aksesibilitas," katanya.
Ia mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia diberangkatkan melalui 527 kelompok terbang atau kloter, terdiri dari:
267 kloter gelombang pertama dengan 103.732 jemaah dan 1.064 petugas
260 kloter pada gelombang kedua dengan 98.904 jemaah dan 1.035 petugas
Dalam mendukung layanan operasional haji pemerintah menyediakan 303 hotel akomodasi, terdiri dari 121 hotel di Madinah dan 182 hotel di Makkah.
Adapun total distribusi konsumsi mencapai 24.179.745 boks.
Sementara itu layanan transportasi mencakup 15.212 perjalanan bus antarkota atau antarprovinsi dan 11.990 perjalanan bus shalawat di Makkah.
"Operasional Haji 2026 resmi ditutup dengan kepulangan kloter akhir UPG-43 Embarkasi Makassar pada 1 Juli 2026, yang sekaligus menjadi kloter ke-527 dan penutup seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," pungkasnya.