Komisi X dorong perguruan tinggi percepat pengembangan wisata halal RI - Berita Prioritas
PRIORITAS, 24/7/26 (Jakarta): Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi wisata halal di Indonesia.
“Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia,” kata Kurniasih dalam sebuah sesi dialog di Jakarta, Jumat (24/7/26).
Berdasarkan data yang dihimpunnya, sektor perjalanan dan pariwisata menyumbang sekitar 5,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024. Sektor tersebut juga menyerap sekitar 12,9 juta tenaga kerja serta mencatat sekitar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Capaian itu mencerminkan, pariwisata tetap menjadi salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional dengan prospek yang menjanjikan. Seiring perkembangan tersebut, wisata halal atau wisata ramah Muslim semakin berkembang sebagai salah satu segmen pariwisata dengan laju pertumbuhan paling pesat di tingkat global.
Mengacu pada laporan Global Muslim Travel Index (GMTI), ia mengatakan jumlah perjalanan wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 176 juta pada 2024 dan diperkirakan meningkat menjadi 245 juta perjalanan pada 2030. Nilai belanja wisatawan Muslim pada periode tersebut diproyeksikan melampaui 230 miliar dolar AS.
Menurutnya, besarnya potensi tersebut merupakan peluang yang perlu dioptimalkan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Agar mampu bersaing di pasar global, pengembangan wisata halal memerlukan dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.
Ia juga menilai kawasan ASEAN masih menjadi pasar utama bagi wisatawan Muslim. Indonesia diperkirakan berpeluang menguasai sekitar 34 hingga 38 persen dari pasar tersebut. Prospek itu menunjukkan pengembangan wisata halal nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, meski perekonomian global masih dibayangi berbagai ketidakpastian.
Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan wisata halal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata halal yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
Ia mengatakan peran utama perguruan tinggi adalah mencetak lulusan yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan industri pariwisata halal. Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus mendorong pencapaian target masuk lima besar destinasi wisata halal dunia.
Selain menyiapkan tenaga profesional, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam menghasilkan riset dan inovasi untuk melahirkan berbagai model pengembangan wisata halal. Temuan penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan daya tarik destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia.
Peran strategis kampus juga tercermin melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendampingan, pelatihan, dan program pemberdayaan di kawasan wisata, perguruan tinggi dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan masyarakat setempat agar mampu memenuhi standar layanan wisata halal.
Dalam mendukung pengembangan sektor tersebut, perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat kolaborasi dalam skema pentahelix dengan menjembatani sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas, termasuk jejaring di kawasan ASEAN yang masih menjadi pasar utama wisatawan Muslim.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, inovasi berbasis riset, serta kolaborasi lintas sektor, Kurniasih berharap perguruan tinggi dapat menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik di dunia. (P-*r/Zamir Ambia)