0
News
    Home Berita Danantara Syariah Featured MUI Spesial

    MUI usulkan pembentukan “Danantara Syariah” untuk konsolidasi ekonomi umat - Berita Prioritas

    2 min read

     

    PRIORITAS, 24/7/26 (Jakarta): Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan pembentukan Danantara Syariah sebagai wadah untuk menghimpun seluruh potensi ekonomi dan keuangan syariah nasional. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pengelolaan sektor ekonomi syariah di Indonesia masih berlangsung secara terpisah.

    Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis, saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah membentuk Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai lembaga yang bertugas mengintegrasikan berbagai kekuatan ekonomi nasional.

    Meski demikian, Cholil menilai hingga kini belum terdapat unit khusus di bawah Danantara yang berperan mengintegrasikan ekosistem keuangan syariah secara menyeluruh.

    Menurutnya, potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar, mencakup perbankan syariah, asuransi, pasar modal, BPRS, BMT, serta dana sosial seperti zakat dan wakaf. Ia juga mengungkapkan dana pendidikan syariah yang dikelola pemerintah mencapai sekitar Rp930 triliun, sedangkan pengelolaan oleh pihak swasta melampaui Rp2.000 triliun.

    “Kita ingin ada yang mengkonsolidasi ekonomi ini. Ketika dikonsolidasi, maka kekuatan akan besar, cost of fund (biaya pendanaan) dalam proses bisnis akan lebih murah, dan kekuatannya bisa mengerjakan proyek-proyek yang lebih besar,” imbuh Cholil.

    Untuk merealisasikan gagasan tersebut, MUI mengusulkan agar Danantara berperan sebagai super holding, sedangkan Danantara Syariah difokuskan sebagai holding yang mengelola dan memperkuat pengembangan ekonomi umat.

    Cholil menjelaskan, kekuatan ekonomi syariah memiliki karakteristik yang berbeda karena lebih berorientasi pada pembiayaan masyarakat melalui penyaluran kredit produktif dan sektor konsumsi di tingkat akar rumput, bukan hanya berfokus pada pasar modal maupun aktivitas ekonomi berskala global.

    “Karena ekonomi syariah itu berbeda dengan ekonomi konvensional, punya karakter yang berbeda dan juga punya pola bisnis yang berbeda,” ucap Cholil Nafis.

    Ketua Umum MUI Anwar Iskandar turut menegaskan pentingnya pembentukan Danantara Syariah. Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia masih belum mampu mengoptimalkan potensi ekosistem ekonomi syariah secara maksimal.

    Karena itu, MUI telah menyiapkan konsep pembentukan Danantara Syariah Indonesia dan mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung realisasinya agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan lebih terkoordinasi.

    Anwar meyakini kehadiran Danantara Syariah akan menjadi motor penggerak baru bagi penguatan ekonomi umat sekaligus mendorong peningkatan harkat, martabat, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (P-*r/Zamir Ambia)

    Komentar
    Additional JS