0
News
    Home Berita Featured Gus Ipul Muktamar NU PBNU Spesial

    Gus Ipul: Aturan Ketum PBNU Rangkap Jabatan Bakal Jadi Bahasan Menarik Muktamar - Komp6

    4 min read

     


    JOMBANG, KOMPAS.com - Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, aturan terkait Ketua Umum (Ketum) PBNU rangkap jabatan akan menjadi pembahasan menarik dalam Muktamar ke-35 NU.

    "Di Komisi Organisasi (pembahasannya), pasti menarik nanti ya," ucap Gus Ipul, saat ditemui di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

    Gus Ipul mengatakan, dalam pembahasannya nanti apakah pengurus PBNU boleh merangkap jabatan atau tidak, atau hanya seperti saat ini khusus untuk Ketum dan Rais Aam PBNU.

    Baca juga: Gus Yahya Optimistis LPJ-nya sebagai Ketum PBNU Diterima oleh Muktamar

    "Nah, ini ada usulan-usulan, ada dinamika-dinamika yang tentu nanti semuanya bergantung pada muktamirin. Itu baru berupa aspirasi yang waktu itu dibahas di tingkat Munas dan Konbes," tutur dia.

    Prabowo Tantang Kapolri dan Panglima Berani Tertibkan Anak Buah

    Selain itu, pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU juga menguat.

    Dalam materi yang dibawa ke Muktamar, terdapat opsi mempertahankan mekanisme yang berlaku selama ini yakni one man one vote, atau maupun gagasan mekanisme baru Ketum dipilih Ahlul Hadi Wal Aqdi.

    “Ini adalah opsi. Tentu semuanya tergantung keputusan Muktamar,” ujar Gus Ipul.

    Baca juga: Rapat Tata Tertib Muktamar NU Digelar, Akan Tetapkan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU

    Gus Ipul menyebut, seluruh rancangan materi yang dibawa ke Muktamar telah melewati proses pembahasan berjenjang.

    Materi tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba menjelang Muktamar.

    “Draft materi yang ada ini melalui proses. Ada yang dibahas di PBNU, kemudian di Munas-Konbes, setelah itu dibawa ke Muktamar. Nanti dibahas di komisi, khususnya Komisi Organisasi. Pasti menarik,” ujar dia.

    Meski memperkirakan akan terjadi perdebatan, Gus Ipul mengatakan, perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

    Baca juga: Momen Cak Imin Bertemu Gus Ipul di Acara Pembukaan Muktamar Ke-35 PBNU

    “Kita sudah terbiasa dengan perbedaan, kita sudah terbiasa berdebat,” kata dia.

    Sebagai informasi, Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

    Muktamar akan digelar 27-30 Agustus 2026, menentukan tampuk kepemimpinan Pengurus Besar NU selama lima tahun ke depan.

    Selain memilih kepengurusan periode 2026-2030, Muktamar juga akan membahas beragam hukum Islam kontemporer di tengah warga Nahdliyyin.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Said Iqbal Sentil Kinerja Menaker Usai Jadi Penasihat Khusus Presiden: Jangan Persulit Urusan Buruh!

    Komentar
    Additional JS