0
News
    Home Berita Featured Gus Ipul Muktamar NU Spesial

    Gus Ipul Tegaskan Keputusan Muktamar NU Mengikat dan Bisa Diubah - metrotv

    4 min read



    Jombang: Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar Ke-35 NU memiliki kekuatan mengikat. Meski demikian, keputusan tersebut masih dapat diubah melalui mekanisme Muktamar dan persetujuan para peserta.

    "Itu tergantung, tergantung nanti tergantung muktamirin. Kita tunggu saja," kata Gus Ipul di sela pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, seperti dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.

    Gus Ipul menjelaskan Muktamar menempati posisi sebagai forum tertinggi dalam organisasi NU. Karena itu, forum tersebut memiliki kewenangan untuk menetapkan berbagai keputusan, termasuk melakukan perubahan terhadap keputusan sebelumnya.

    "Muktamar posisinya lebih tinggi jadi bisa mengambil keputusan apa pun," ujarnya.

    Saat ditanya mengenai kemungkinan perubahan keputusan yang telah ditetapkan, Gus Ipul kembali menegaskan hal tersebut dapat dilakukan selama mendapat persetujuan peserta Muktamar.

    "Bisa diubah. Belum tahu saya kalau mengubahnya, semua tergantung muktamar. Keputusan-keputusan di sini adalah keputusan yang mengikat," katanya.

    Ia menambahkan setiap perubahan keputusan tetap harus ditempuh melalui mekanisme persidangan serta melibatkan peserta Muktamar sesuai kewenangan forum.
     


    Suasana Muktamar Mulai Mereda

    Gus Ipul menyebut situasi di sekitar arena Muktamar Ke-35 NU mulai kondusif setelah sebelumnya terjadi ketegangan. Menurut dia, para pihak saat ini tengah melakukan musyawarah untuk mencari penyelesaian atas dinamika yang muncul.

    "Dan sekarang suasananya sudah reda, sedang musyawarah mencari jalan yang terbaik. Itulah NU," ujarnya.

    Ia mengatakan panitia Muktamar pada dasarnya bertugas memberikan fasilitas agar pembahasan materi persidangan dapat berlangsung lancar.

    "Panitia kita hanya memfasilitasi bagaimana semua lancar untuk pembahasan materinya di dalam," kata Gus Ipul.

    Sebelumnya, ketegangan sempat terjadi di luar area sidang Muktamar Ke-35 NU. Massa simpatisan salah satu calon menyampaikan ketidakpuasan terhadap mekanisme yang berlangsung dalam persidangan. Situasi kemudian mereda dan massa meninggalkan lokasi.


    Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Metro TV/Jose


    Pagar Nusa Imbau Semua Pihak Tahan Diri

    Di tengah dinamika tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar Ke-35 NU menahan diri serta menghormati mekanisme persidangan.

    "Pagar Nusa hadir di arena Muktamar semata-mata untuk menjalankan khidmah menjaga keamanan, ketertiban, dan maruah Muktamar Nahdlatul Ulama. Kami tidak berada pada kepentingan kandidat atau kelompok mana pun," kata Nabil.

    Menurut Nabil, perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu persidangan.

    Nabil juga mengingatkan lokasi Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan para pendiri NU, termasuk KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.

    "Sudah sepatutnya kita menjaga adab di hadapan para masyayikh. Jangan sampai di tempat yang menyimpan jejak perjuangan dan pengabdian beliau, kita justru mempertontonkan pertengkaran yang mencederai persaudaraan sesama Nahdliyin," ujarnya.

    Ia menjelaskan personel Pagar Nusa dikerahkan untuk membantu panitia menjaga keamanan dan ketertiban selama persidangan. Pengamanan juga diarahkan untuk mencegah gesekan meluas.

    Nabil telah meminta seluruh anggota Pagar Nusa yang bertugas bertindak terukur, tidak mudah terpancing, menghindari tindakan provokatif, serta mengutamakan pendekatan persuasif.

    "Muktamar adalah forum tertinggi jam'iyyah. Karena itu, apa pun perbedaan yang ada harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan permusyawaratan, bukan melalui tekanan ataupun kekuatan di lapangan," kata Nabil.

    Pagar Nusa, kata Nabil, akan tetap menjalankan tugas pengamanan hingga seluruh rangkaian Muktamar selesai. Sikap tersebut dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip khidmah dan tidak memihak kandidat tertentu.

    Komentar
    Additional JS