0
News
    Home Berita Featured Muktamar NU Spesial

    Hotel Penuh! 4 Sekolah di Jombang Disiapkan Tampung Peserta Muktamar NU - Inilah

    4 min read

     

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com + Gabung

    KecilBesar

    Persiapan menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terus dimatangkan.

    Selain lokasi persidangan dan rangkaian kegiatan, kebutuhan akomodasi bagi peserta hingga penggembira dari berbagai daerah turut menjadi perhatian panitia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Sejumlah fasilitas penginapan disiapkan untuk memastikan para tamu yang datang ke Jombang selama pelaksanaan Muktamar NU pada 27-31 Agustus 2026 dapat beristirahat dengan nyaman.

    Bahkan, beberapa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Jombang untuk sementara disulap menjadi lokasi penginapan bagi para penggembira.

    Empat sekolah yang disiapkan yakni SMAN 3 Jombang, SMAN 2 Jombang, SMKN 1 Jombang, dan SMKN 3 Jombang.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan tempat untuk tidur, tetapi juga dilengkapi berbagai sarana pendukung, termasuk layanan kesehatan.

    "Di semua lokasi akan dilengkapi oleh layanan kesehatan dan sarana pendukung untuk menginap," ujar Khofifah saat mengecek kesiapan fasilitas penginapan, Selasa (25/8/2026).

    Salah satu lokasi yang ditinjau Khofifah adalah SMAN 3 Jombang. Di sekolah tersebut, panitia telah mendirikan tenda berukuran besar yang di dalamnya terdapat ratusan kasur dan bantal.

    Tenda tersebut dipersiapkan sebagai tempat beristirahat bagi para penggembira yang datang dari berbagai wilayah untuk ikut meramaikan Muktamar ke-35 NU. Selain tenda, aula sekolah juga dimanfaatkan sebagai ruang istirahat tambahan.

    Sejumlah kebutuhan pendukung turut disiapkan di lokasi tersebut, mulai dari layanan kesehatan hingga kebutuhan operasional selama para penggembira berada di tempat penginapan.

    Penyediaan fasilitas tersebut menjadi penting mengingat Muktamar ke-35 NU diperkirakan menarik kedatangan masyarakat dalam jumlah besar. Tidak hanya muktamirin atau peserta resmi yang mengikuti persidangan, tetapi juga penggembira dari berbagai daerah yang ingin hadir dan meramaikan perhelatan tersebut.

    Khofifah mengatakan, pemerintah daerah bersama panitia berupaya memastikan para penggembira tetap mendapatkan tempat beristirahat yang layak di tengah tingginya kebutuhan akomodasi selama pelaksanaan muktamar.

    "Ini bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat yang datang ke Jombang untuk mengikuti dan meramaikan Muktamar NU. Kita ingin mereka tetap mendapatkan tempat yang nyaman dan fasilitas pendukung yang memadai," katanya.

    Di sisi lain, kebutuhan akomodasi bagi muktamirin atau peserta resmi Muktamar NU juga telah disiapkan secara khusus di sejumlah lokasi di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

    Salah satunya berada di Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) KH Abdul Wahab Hasbullah atau MAUWH Bahrul Ulum. Madrasah tersebut masuk dalam Tower 1 kawasan penginapan peserta Muktamar ke-35 NU.

    Ratusan Kasur Disiapkan

    Sebanyak 156 kasur telah disiapkan untuk menampung para muktamirin yang akan bermalam di lokasi tersebut.

    Kepala MAUWH Bahrul Ulum Faizun Amir mengatakan, ratusan kasur tersebut ditempatkan di 13 kamar. Setiap kamar nantinya digunakan untuk menampung sekitar 12 orang.

    "Kasur ada 156, kamarnya ada 13. Jadi per kamar itu ditempati 12 orang," ujar Faizun.

    Untuk memastikan para delegasi dapat beristirahat dengan lebih nyaman, pihak madrasah menggunakan lantai 1 dan lantai 2 sebagai area penginapan.

    Sementara itu, lantai 3 sengaja tidak digunakan sebagai tempat bermalam. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kondisi fisik sebagian besar peserta muktamar yang diperkirakan sudah berusia lanjut.

    "Yang ditempati itu lantai 1 dan lantai 2. Lantai 3 terlalu tinggi untuk para beliau-beliau yang rata-rata sudah sepuh," katanya.

    Selain memperhatikan akses, pihak MAUWH juga memastikan fasilitas dasar di setiap kamar dapat digunakan dengan baik. Kamar-kamar yang menjadi tempat menginap para muktamirin telah dilengkapi pendingin ruangan berupa AC.

    Kipas angin yang tersedia di masing-masing ruangan juga masih dapat digunakan untuk menambah kenyamanan para peserta selama berada di lokasi.

    Tidak hanya tempat tidur dan pendingin ruangan, kebutuhan sanitasi juga menjadi perhatian. MAUWH menyediakan 14 kamar mandi yang dapat digunakan para delegasi selama menginap.

    Jumlah kamar mandi tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah kamar yang disiapkan sebagai tempat bermalam, sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean dan memudahkan peserta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Pihak madrasah juga mulai meningkatkan kesiagaan untuk menerima kedatangan para delegasi. MAUWH dijadwalkan mulai stand by sejak 26 Agustus 2026, sehari sebelum pembukaan Muktamar ke-35 NU.

    Namun, berdasarkan perkiraan sementara, sebagian muktamirin kemungkinan baru tiba pada pagi hari saat rangkaian kegiatan utama mulai berlangsung.

    "Kita stand by mulai tanggal 26, tetapi dimungkinkan muktamirin hadirnya itu tanggal 27 pagi," kata Faizun.

    Komentar
    Additional JS