Ada monster, peti mati, dan darah, MUI kecam karnaval ‘satanic’ di acara Maulid Pekalongan - CNA
JAKARTA: Karnaval peringatan Maulid Nabi di Pekalongan menjadi kontroversi setelah video pertunjukan bernuansa horor yang oleh sebagian masyarakat dinilai menyerupai ritual satanic viral di media sosial. MUI mengkritik penampilan monster, peti mati hingga penyembelihan kambing tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan esensi Maulid Nabi Muhammad SAW.
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 digelar di wilayah Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada 10 September.
Iklan
Dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit yang beredar, sejumlah peserta terlihat mengenakan kostum menyerupai monster atau makhluk menyeramkan.
Berbagai properti turut digunakan dalam pertunjukan, termasuk peti mati dengan simbol berbentuk bintang berwarna gelap dan ornamen menyerupai bercak darah.
Seekor kambing juga terlihat berada di dalam peti sebelum menjadi bagian dari adegan penyembelihan di tengah pertunjukan.
Visual dan adegan tersebut kemudian memicu kontroversi di media sosial. Sebagian masyarakat menilai konsep pertunjukan menyerupai atribut satanic atau ritual pemujaan setan.
MUI: BERLAWANAN DENGAN SEMANGAT MAULID NABI
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai konsep pertunjukan tersebut tidak sejalan dengan esensi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Iklan
"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Kiai Cholil, mengutip MUI Digital di Jakarta, Selasa (15/9).
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi semestinya diisi dengan kegiatan yang mendidik, menyejukkan, serta mencerminkan keteladanan dan akhlak Rasulullah.
Kegiatan tersebut dapat berupa pembacaan Alquran, lantunan shalawat, mauidhoh hasanah, penyampaian kisah keteladanan Rasulullah, serta penyediaan makanan sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah.
Kiai Cholil mengatakan karnaval pada dasarnya tetap dapat menjadi bagian dari kegiatan masyarakat selama mengandung nilai edukatif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
"Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi," tegasnya.
Iklan
Ia secara khusus mengkritik cara penyembelihan kambing yang ditampilkan dalam pertunjukan. Menurut Kiai Cholil, penyembelihan hewan tidak seharusnya dikemas secara sadis maupun dijadikan tontonan horor.
"Jangan menyimpang menjadi tampilan setan-setan, atau menyembelih hewan dengan cara yang tidak baik, lehernya dipotong hingga terlepas dan seterusnya. Itu bukan ajaran Rasulullah," ujarnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.