Sosial Media
0
News
    Home Berita Featured MTQ MTQ Nasional Spesial

    Belajar dari MTQ Semarang, Ekosistem Toleransi di Kawasan Candi akan Perkuat Ekonomi Warga Lokal - Kemenag

    2 min read

     


    Cetta AndiniKamis, 17 September 2026 | 14:22 WIB

    Jakarta (Kemenag) — Pemerintah memastikan perluasan pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon untuk kegiatan keagamaan akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pemanfaatan kawasan candi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata ujian toleransi antarumat beragama di Indonesia yang harus dijaga bersama.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan bahwa kesepakatan pemanfaatan empat candi ini merupakan langkah strategis untuk merawat kerukunan, memajukan kebudayaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal lintas agama.

    Pratikno mencontohkan keberhasilan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang baru-baru ini sebagai bukti nyata bahwa ekosistem toleransi mampu menggerakkan roda ekonomi.

    “Event keagamaan seperti MTQ punya dampak yang luar biasa terhadap perekonomian masyarakat sekaligus keberagaman. Wali kotanya non-muslim, tapi justru menyelenggarakan acara yang besar hingga mendapatkan rekor MURI. Cari hotelnya sulitnya bukan main. Ini bukti kita diuji setiap saat, dan kita harus lulus dalam ujian toleransi serta keberagaman,” ungkap Pratikno saat memberikan arahan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    MTQ Nasional XXXI Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

    Berkaca dari kesuksesan tersebut, Kemenko PMK mendorong agar kolaborasi pengelolaan candi juga menciptakan ekosistem serupa. Dengan dioptimalkannya kegiatan ibadah umat Hindu di Prambanan dan umat Buddha di Borobudur, perputaran ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati oleh industri pariwisata berskala besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh warga lokal.

    "Kita harus membangun ekosistem di mana bukan hanya industri pariwisata yang tumbuh, tetapi masyarakat sekitar objek pariwisata harus menikmati. Kita jaga lama tinggal wisatawan (length of stay), agar belanjanya lebih banyak di masyarakat lokal, seperti menginap di homestay," papar Menko PMK.

    Kerja sama pengelolaan ini melibatkan lintas instansi, termasuk Kementerian Agama yang berfokus pada fasilitasi ibadah, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Borobudur tempatnya di Jawa Tengah. Prambanan juga sebagian di DIY, sebagian di Jawa Tengah. Yang menikmati bukan hanya Jawa Tengah, malah mungkin lebih banyak DIY. Ini menunjukkan bahwa antarprovinsi pun diuji untuk bisa bekerja sama dengan baik,” tambahnya.

    Melalui pelaksanaan yang konsisten dan kolaborasi lintas wilayah tersebut, pemanfaatan kawasan candi diharapkan dapat berjalan secara efektif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk menikmati manfaat dari aktivitas yang berkembang di kawasan tersebut.

    Komentar
    Additional JS