0
News
    Home Berita Featured Gus Kikin PBNU Spesial

    Ketum PBNU Gus Kikin Diminta Rangkul Semua Faksi yang Memanas karena Muktamar - Kompas

    5 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji meminta Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) baru, Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) merangkul semua faksi di NU yang sempat memanas karena pelaksanaan Muktamar ke-35.

    Sarmuji meyakini, Gus Kikin bisa menjadi sosok yang menjembatani berbagai kelompok di PBNU dalam menyatukan mereka semua.

    “Kami yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang akomodatif, merangkul semua kelompok di PBNU yang mungkin sempat memanas karena Muktamar,” kata Sarmuji, dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).

    “Kami mengenal sosok Gus Kikin sangat bijaksana, teladan yang bisa membawa NU guyub, adem bagi semuanya,” sambung dia.

    Muktamar NU Sempat Memanas, Aturan Masa Jeda Eks Pejabat Politik Jadi Pemicu

    Baca juga: Arah Baru NU di Era Gus Kikin: Konsolidasikan Kekuatan, Tentukan Kualitas Percakapan Nasional

    Sarmuji menilai, di bawah kepemimpinan Gus Kikin, PBNU akan menjadi rumah besar umat yang teduh, dan bisa menjadi harapan baru bagi warga nahdliyin dalam menjaga NKRI.

    Dia berharap, NU dapat terus menjadi kabar gembira bagi bangsa Indonesia, dan warga nahdliyin selalu bangga menjadi anggotanya.

    “Juga PBNU akan terus menjaga ajaran ahlussunnah wal jemaah sekaligus memperkuat kecintaan pada NKRI,” ucap dia.

    Baca juga: Di Balik Perebutan Kursi Ketum PBNU, Seperti Apa Pemimpin yang Dibutuhkan NU?

    Sarmuji menekankan bahwa suksesi kepemimpinan PBNU memiliki arti strategis bagi kehidupan berbangsa, mengingat NU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia.

    “NU adalah pilar kebangsaan. Siapapun yang memimpin PBNU otomatis mengemban tanggung jawab menjaga wajah Islam Indonesia yang toleran dan moderat, sekaligus menjadi mitra strategis negara dalam merawat NKRI,” kata Sarmuji.

    Sarmuji menyampaikan, penguatan ekonomi umat berbasis pesantren perlu menjadi salah satu fokus utama kepengurusan PBNU ke depan, mengingat jaringan pesantren NU yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

    Baca juga: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU Periode 2026-2030, Gus Ipul: Selamat Mengemban Amanah

    “Kami berharap kepengurusan baru PBNU dapat semakin mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan umat, sehingga NU tidak hanya menjadi kekuatan moral-keagamaan, tapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput,” ujar dia.

    Sarmuji menyampaikan ucapan selamat kepada Miftachul Akhyar dan Gus Kikin yang kini menjadi pimpinan PBNU.

    “Kami yakin Kiai Miftach dan Gus Kikin bisa membawa NU untuk terus menjaga persatuan bangsa,” imbuh Sarmuji.

    Baca juga: Momen Prabowo di Muktamar NU, Sungkem ke Kiai hingga Bikin Istilah "Jas Hijau"

    Muktamar NU ricuh

    Diketahui, Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU diwarnai aksi kerusuhan antara simpatisan dengan panitia lokal Muktamar NU.

    Massa aksi yang menyuarakan perubahan syarat calon ketua umum PBNU terkait jeda tunggu eks pejabat politik merangsek menembus petugas keamanan lokal.

    Pantauan Kompas.com, kerusuhan terjadi di depan Ruang Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU, sekitar pukul 13.40 WIB.

    Aksi saling jotos sempat terjadi, spanduk yang berada di sisi timur lokasi acara robek, massa saling dorong dan tertahan di depan pintu ruang muktamar.

    Baca juga: Muktamar NU Sempat Ricuh, Gus Ipul: Bagian dari Aspirasi

    Sebagai informasi, Sidang Pleno IV Penetapan Tata Tertib (Tatib) diwarnai perdebatan khususnya berkaitan syarat calon ketua umum PBNU.

    Dalam sidang tersebut, muncul aspirasi agar masa jeda eks pejabat politik dihapus atau dikurangi setidaknya enam bulan.

    Sedangkan dalam peraturan perkumpulan NU disebutkan, eks pejabat politik harus menunggu selama 1 tahun sejak mengundurkan/berhenti dari jabatan politik untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketum PBNU.

    Aturan ini dinilai menjegal bakal calon ketum PBNU, termasuk Gus Yusuf yang baru saja melepas jabatan sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah pada Februari 2026.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Mentan Amran Ancam “Gebuk” Mafia Beras, Dugaan Kerugian Masyarakat Capai Rp 71 Triliun

    Komentar
    Additional JS