Sosial Media
0
News
    Home Berita Bisnis Featured MTQ MTQ Nasional Spesial

    MTQ Nasional 2026 Dongkrak UMKM Semarang, Omzet Pedagang Tahu Gimbal Tembus Rp3 Juta Sehari - Inilah

    4 min read

     

    Jumat, 18 September 2026 | 6 Rabi'ul Akhir 1448 Mozaik IslamMozaik Islam

    Author avatar

    274 views

    Dino dan istri, pedagang tahu gimbal khas Semarang di MTQ Nasional 2026.(Foto: Kemenag)

    Dino dan istri, pedagang tahu gimbal khas Semarang di MTQ Nasional 2026.(Foto: Kemenag)

    Salah satunya dirasakan Dino, pedagang tahu gimbal khas Semarang yang membuka stan kuliner di lokasi MTQ. Sejak hari pertama, omzet kotor Dino meningkat hingga Rp2,5 juta-Rp3 juta per hari.

    “Kalau mengikuti MTQ ini, kotor kadang sampai Rp3 juta, Rp2,5 juta,” ujar Dino di Stan Pameran dan UMKM MTQ Nasional XXXI Semarang, dilansir dari laman Kemenag, Kamis (17/9/2026).

    Menurut Dino, pendapatan selama MTQ lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Ramainya peserta dan pengunjung dari berbagai daerah menjadi pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

    “Iya, lebih banyak,” katanya.

    Bagi Dino, dampak tersebut bukan hanya soal peningkatan transaksi. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah juga membuka kesempatan memperkenalkan tahu gimbal sebagai kuliner khas Semarang kepada pasar yang lebih luas.

    “Pengaruhnya sangat besar karena bisa menambah pendapatan untuk UMKM yang ada di sini. Sekaligus mempromosikan makanan khas daerahnya,” tambahnya.

    Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan MTQ diharapkan memberi manfaat luas, termasuk bagi UMKM dan usaha kuliner lokal.

    “MTQ bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta, kafilah, dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    Keterlibatan UMKM, menurut Rijal, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan produk dan kuliner khas daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

    Promosi Produk Lokal

    “Kita berharap momentum seperti ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Semarang, khususnya pelaku UMKM. Produk-produk lokal dapat dikenal lebih luas, sehingga MTQ tidak hanya meninggalkan kesan dari sisi keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

    Dampak ekonomi ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala nasional dapat membentuk ekosistem ekonomi lokal ketika arus peserta dan pengunjung terhubung langsung dengan pelaku usaha.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya menekankan makna sosial dan kebangsaan MTQ Nasional. Para kafilah dari berbagai penjuru Nusantara tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan.

    Rangkaian MTQ Nasional XXXI juga menghadirkan pameran UMKM dan produk kerajinan dari berbagai daerah. Sebanyak 150 stan disiapkan sebagai ruang promosi sekaligus interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat.

    Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Semarang tidak berhenti sebagai panggung kompetisi seni membaca Al-Qur’an. Pergerakan manusia di dalamnya turut menciptakan ruang transaksi, promosi, dan perluasan pasar bagi produk lokal.

    Tags

    Artikel Terkait

    Komentar
    Additional JS