0
News
    Home Badan Gizi Nasional Featured Kasus Kesehatan SLHS Spesial SPPG SPPG Kalitengah

    SPPG Kalitengah Kantongi SLHS, BGN Investigasi Bahan Baku Usai Ratusan Santri Sakit - Kompas

    4 min read

     


    SIDOARJO, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur akan menginvestigasi bahan baku makanan yang digunakan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur.

    Langkah tersebut dilakukan setelah ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026).

    Keluhan serupa juga dialami sejumlah pelajar dari 19 sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah.

    Baca juga: Kasus Keracunan 566 Pelajar Sidoarjo, Kepala SPPG Akui Makanan MBG Hanya Tahan 4 Jam 

    Menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

    Kali Pancuran Dulu Banyak Sampah, Kini Bening Berkat Dijaga Warga

    Pasca-insiden tersebut, BGN Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kalitengah untuk melakukan penyelidikan. BGN pusat juga dijadwalkan meninjau lokasi untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

    “Jadi untuk tim pusat pun akan datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan atau berat,” kata Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo, Rabu (2/9/2026).

    Baca juga: BGN Perketat Standar Program MBG: ASN Masuk Jam 2 Pagi hingga Guru Cicipi MBG

    BGN cek SPPG Kalitengah

    Saat melakukan sidak, BGN mengecek kondisi sarana dan prasarana SPPG Kalitengah hingga proses pengolahan limbah makanan. Padahal, dapur MBG tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

    “Yang kami cek Sarpras, terus IPAL, dan lain-lain. Memang ada beberapa yang dicek langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Ada catatan, ada beberapa catatan, memang kita perbaiki bersama,” ujarnya.

    Menurut Teguh, SPPG Kalitengah juga telah memiliki sertifikat halal dan pegawainya telah mengantongi sertifikasi.

    Namun, BGN tetap menyelidiki kandungan makanan yang disajikan melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para penerima MBG.

    Baca juga: Trauma Lihat Anak Keracunan MBG, Orangtua Santri di Sidoarjo: Mending Bawa Bekal dari Rumah

    “Tapi kan ada juga mungkin ada dari makanan, ada mungkin dari operasional, kita tidak tahu. Tapi kalau sesuai dengan tempat, itu sudah layak sebenarnya. SLHS sudah ada, sertifikat halal sudah ada,” jelasnya.

    Teguh mengatakan, pihaknya juga akan menelusuri kemungkinan masalah pada bahan baku maupun proses pengolahannya yang dapat memengaruhi kualitas makanan.

    “Hanya saja kan bahan baku itu bagaimana, itu perlunya investigasi dan hasil lab nantinya. Jadi kami masih menunggu hasil lab. Kami tidak bisa berbicara banyak perihal ini,” bebernya.

    Baca juga: Usai Dianiaya Saat Kericuhan Pejompongan, Pendidikan Fatur Terancam Terganggu

    Saat ini, BGN masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait status operasional SPPG Kalitengah, apakah akan dihentikan sementara atau permanen.

    “Ringan ini kemungkinan bisa dua minggu atau bisa satu bulan, tergantung ya hasil lab-nya keluar. Kalau berat bisa permanen. Itu saja. Itu tergantung nanti dari tim pusat yang datang,” katanya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Warga Tuntut Jalan Diperbaiki: Kalau Tak Sanggup, Pisahkan Kami dari Garut!

    Komentar
    Additional JS