7 Marga Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, Siapa Paling Banyak? - Inilah

Kaligrafi Nabi Muhammad SAW. (Foto: Magnific)
Secara garis besar, keturunan Nabi Muhammad SAW atau Ahlul Bait memiliki peran yang cukup penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Bahkan, banyak ulama dan pendakwah dari kalangan ini yang ikut berkontribusi menyebarkan ajaran Islam di berbagai daerah di Nusantara.
Berdasarkan catatan Rabithah Alawiyah, lembaga yang mengurus pencatatan nasab keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, dari sekitar 114 kabilah (marga) keturunan Rasulullah di dunia, kini ada sekitar 68 marga yang tersebar di Indonesia.
Jumlah keturunannya sendiri diperkirakan mencapai sekitar 1,2 juta jiwa di kalangan masyarakat Arab-Indonesia.
Dari puluhan marga tersebut, ada sejumlah marga keturunan Nabi Muhammad yang paling dikenal di Indonesia. Siapa saja itu?
Daftar Marga Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia Beserta Tokohnya
1. Assegaf
Assegaf merupakan salah satu marga keturunan Rasulullah SAW yang paling tua dan memiliki jumlah keturunan yang cukup besar di Indonesia.
Salah satu tokoh yang paling dikenal adalah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, ulama asal Solo yang dikenal luas melalui dakwah dan lantunan selawatnya.
2. Al-Attas
Marga Al-Attas merupakan salah satu cabang nasab dari keluarga Assegaf. Jumlah keturunannya juga cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Tokoh yang paling dikenal dari marga ini adalah Habib Ali Alatas, seorang diplomat senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada periode 1988-1999.
3. Shihab (Shahab)
Marga Shihab atau Shahab banyak melahirkan ulama, cendekiawan, hingga tokoh nasional.
Beberapa di antaranya adalah:
- Habib Quraish Shihab, ulama, cendekiawan Muslim, mantan Menteri Agama, sekaligus penulis Tafsir Al-Misbah. Beliau juga merupakan ayah dari jurnalis Najwa Shihab.
- Habib Rizieq Shihab, ulama yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin Front Pembela Islam (FPI).
- Habib Asad Shahab, sejarawan, jurnalis pro-Republik, dan diplomat Indonesia.
- Habib Umar Shahab, yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syura Ormas Ahlulbait Indonesia.
4. Al-Habsyi
Beberapa tokoh dari marga ini,yaitu:
- Habib Ali Kwitang (Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi), pendiri Majelis Ta'lim Kwitang sekaligus ulama yang berpengaruh di kalangan masyarakat Betawi.
- Habib Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsyi atau yang lebih dikenal sebagai Habib Cikini, ulama yang aktif berdakwah di Batavia pada akhir abad ke-19.
- Habib Husein Al-Habsyi, pendiri Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Bangil, Pasuruan.
5. Alaydrus
Marga Alaydrus juga banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan melahirkan sejumlah tokoh agama.
Beberapa di antaranya adalah:
- Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus, yang dikenal sebagai Habib Luar Batang, penyebar Islam di Batavia.
- Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, pendakwah sekaligus pimpinan Majelis Ar-Raudhoh Surakarta.
- Habib Hasan Alaydrus, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ormas Ahlulbait Indonesia pada periode 2010-2019.
6. Yahya
Marga Yahya juga dikenal luas sebagai keluarga yang banyak melahirkan ulama dan pendakwah.
Salah satu tokoh yang paling dikenal adalah Habib Luthfi bin Yahya, ulama asal Pekalongan yang pernah menjabat sebagai Rais Aam JATMAN Nahdlatul Ulama.
Selain itu, ada juga Habib Zahir Yahya yang aktif di lingkungan Ormas Ahlulbait Indonesia.
7. Marga Besar Lainnya
Selain marga-marga di atas, masih banyak keturunan Rasulullah SAW lainnya yang memiliki kiprah besar di Indonesia.
Beberapa marga tersebut, yaitu Al-Haddad, Al-Jufri, Bagir, Jindan, dan Al Musawa.
Makna Gelar Habib, Sayyid, dan Syarif
Di Indonesia, keturunan Nabi Muhammad SAW dikenal dengan berbagai sebutan. Salah satunya adalah Habib, yang secara bahasa memiliki arti “orang yang dicintai” atau “kekasih”.
Sebutan ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat kepada para ulama yang berasal dari keturunan Rasulullah SAW.
Dalam penamaan nasab, ada juga gelar lain, yaitu:
- Sayyid: Gelar bagi keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidina Husein.
- Syarif: Gelar bagi keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidina Hasan.
Sementara itu, keturunan perempuan biasanya menggunakan gelar Sayyidah atau Syarifah.
Sejarah Kedatangan Keturunan Nabi ke Nusantara
Sejarah kedatangan keturunan Nabi Muhammad SAW ke Nusantara berawal dari hijrahnya Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, keturunan Rasulullah generasi kesembilan melalui jalur Sayyidina Husein.
Beliau meninggalkan Basra, Irak, menuju Hadhramaut, Yaman pada tahun 317 Hijriah (896 Masehi) untuk menghindari konflik politik dan berbagai fitnah yang terjadi saat itu.
Dari salah satu cucunya yang bernama Alwi, lahirlah keturunan yang kemudian dikenal sebagai Ba’alawi atau Alawiyin.
Pada sekitar abad ke-13, banyak keturunan Ba’alawi dari Hadhramaut berlayar ke Nusantara.
Awalnya, mereka datang sebagai pedagang, kemudian menetap di kawasan pelabuhan, menikah dengan masyarkat setempat, serta mendirikan komunitas yang berkembang dari generasi ke generasi.
Melalui aktivitas perdagangan, pendidikan, dan dakwah, mereka turut berperan besar dalam menyebarkan ajaran Islam di berbagai wilayah Indonesia sampai saat ini.
Tags


