0
News
    Update Haji
    Home Featured Lebaran Pilihan

    Inilah Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Penjuru Indonesia - NU Online

    4 min read

     

    Inilah Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Penjuru Indonesia

    5-6 minutes


    Jakarta, NU Online

    Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran merupakan momentum bahagia bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia khususnya di Indonesia. Tak hanya religius, Lebaran juga menyimpan budaya dan tradisi unik di seluruh Indonesia. Kearifan lokal ini diwariskan secara turun temurun sebagai ciri khas masing-masing provinsi. Berbagai tradisi unik dan penuh makna muncul untuk menandai dan menambah semarak lebaran di berbagai daerah di Indonesia. 


    Beberapa tradisi Lebaran di Indonesia telah dirangkum dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam buku Mudik dan & Tradisi Unik Lebaran. Dalam buku yang diakses NU Online pada Sabtu (22/4/2023), disebutkan beberapa tradisi unik yang tersebar di pulau-pulau besar di Indonesia.


    1.    Tradisi Lebaran di Sumatra

    Makmeugang/Meugang – Aceh

    Dalam tradisi ini, warga berduyun-duyun ke pasar untuk membeli daging sebagai hidangan di Idulftri. Bisa dibilang ini sebagai hadiah karena berhasil menjalankan puasa selama satu bulan


    Batobo – Riau

    Bagi warga masyarakat asli Riau pasti tidak asing dengan tradisi ini. Para perantau yang mudik Lebaran langsung disambut dengan perayaan ini, begitu datang ke kampung halaman. Mereka diarak dengan menggunakan rebana mengelilingi kampung


    Ronjok Sayak/Bakar Gunung Api – Bengkulu

    Tradisi ini dilakukan dalam bentuk batok kelapa yang ditumpuk menggunung lalu dibakar (bakar gunungan) dan dilakukan pada malam takbiran atau malam ke-27. Masyarakat Serawai membakar batok kelapa yang sudah disusuk menyerupai sate untuk bersyukur kepada Allah serta sebagai ungkapan doa supaya keluarga yang  sudah meninggal diberi ketenangan


    Badulang – Bangka

    Tradisi ini berupa salaman setelah sholat Ied, lalu kumpul lagi untuk makan bersama di halaman masjid. Makanannya ditutup dengan tudung saji dan dilanjutkan dengan pesta makan.


    2.    Tradisi-tradisi Idul Fitri di Jawa dan Madura

    Lebaran Betawi

    Tradisi ini mulai diselenggarakan sejak 2008 hingga sekarang setiap tahunnya. Diisi dengan berlebaran ala  masyarakat Betawi sekaligus menikmati atraksi kebudayaan dan masakan khas Betawi seperti kerak telor, soto betawi, dodol, dan lain-lain


    Ngadongkapkeun - Banten

    Acara ini dilakukan pada  saat setelah salat Idulfitri. Merupakan ucapan  persembahan doa sebagai rasa syukur kepada Allah dan dilanjutkan dengan sungkeman kepada yang lebih tua


    Grebeg Syawal – Yogyakarta

    Merupakan ritual yang dilakukan pada 1  Syawal dengan membawa gunungan lanang ke Masjid Gede Kraton Yogyakarta. Gunungan merupakan simbol sedekah sultan kepada rakyat Yogyakarta dan nantinya gunungan tersebut akan didoakan serta dibagikan


    Pawai Pegon - Jember

    Diadakan pada hari lebaran ketujuh, dengan cara gerobak ditarik oleh dua ekor sapi dan dihiasi dengan janur kuning. Masing-masing gerobak terdapat satu keluarga yang membawa ketupat beserta lauknya yang berasal dari hasil bumi. Tempat tujuannya adalah pantai sebagai lokasi agenda makan bersama dilaksanakan antar warga


    Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) – Madura

    Dilaksanakan pada hari ketujuh setelah hari raya Idul Ftri dengan memakan ketupat bersama. Uniknya, perempuan di sana mengantarkan makanan ke tempat orang yang lebih tua dengan meletakkannya pada nampan di atas kepala


    3.    Tradisi-tradisi Idul Fitri di Bali dan Nusa Tenggara

    Ngejot - Bali

    Tradisi membagi-bagikan makanan, minuman, dan  buah-buahan kepada tetangga atau sekitar. Ditujukan sebagai rasa terima kasih


    Perang Topat - Lombok

    Tradisi ini dilakukan setelah 6 hari Idul Fitri. Dilakukan dengan cara saling melempar ketupat. Ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur


    Bakar Ilo Sanggari – NTB

    Merupakan tradisi dibuatnya lentera sebelum  Idul Ftri. Lentera terbuat dari bambu dan dililit binyak biji jarak. Lentera ini untuk dibakar dan akan dipasang di sekitar rumah. Masyarakat NTB percaya bahwa dengan  menyalakan lentera, malaikat serta roh leluhur akan datang dan memberikan berkah saat lebaran


    4.    Tradisi-tradisi Idulfitri di Sulawesi, Kalimantan dan Maluku

    Kalimantan, Meriam Karbit – Pontianak

    Diselenggarakan pada saat malam takbiran. Warga yang tinggal di sekitar tepi sungai Kapuas akan membuat meriam karbit berukuran besar


    Tumbilotohe – Gorontalo

    Tiga hari menjelang hari raya warga Gorontalo akan memasang lampu minyak di depan rumahnya . Untuk jumlah lampu yang terpasang disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga


    Binarundak – Sulawesi Utara

    Merupakan tradisi makan nasi jaha dalam bambu yang nantinya akan dibakar menggunakan serabut kelapa. Nasi Jaha sendiri terdiri dari campuran jahe, beras ketan dan santan. Pelaksanaan tradisi ini dilakukan kira-kira hari ketiga lebaran


    Pukul Sapu – Maluku

    Tradisi unik Idul Ftri yang cukup ekstrem. Mempertemukan dua kelompok pemuda dari desa Mamala dan Morela yang akan saling memukul sapu. Sapu terbuat dari lidi pohon enau. Tradisi ini sangat ampuh untuk merekatkan persaudaraan antar dua desa.


    Pewarta: Muhammad Faizin
    Editor: Syakir NF

    Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

    Komentar
    Additional JS